Rabu, 22 Mei 19

33 Pengawas Pemilu 2019 Meninggal dalam Tegakkan Demokrasi

33 Pengawas Pemilu 2019 Meninggal dalam Tegakkan Demokrasi
* Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). (foto: wikipedia)

Jakarta, Obsessionnews.com – Pasca pemungutan suara Pemilu 2019 mengisahkan duka yang mendalam bagi penyelenggara pemilu. Tak hanya dari instansi penyelenggaranya saja, keluarga yang ditinggalkan juga merasakan kesedihan itu.

 

Baca juga:

Dirugikan di Pemilu 2019, Tempuh Jalur Hukum

Sudah 26 Panitia Pengawas Pemilu Meninggal Karena Kelelahan

Nusantara Bangkit Apresiasi Positif Pemilu 2019

 

Sedikitnya 33 orang pengawas pemilu meninggal dunia saat menjalankan tugas pengawasan pemilu. Tidak kurang dari 566 orang pengawas pemilu mendapat musibah saat bertugas.

Berdasarkan data yang dikumpulkan Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu), hingga Senin 22 April 2019 malam, tercatat 33 orang pengawas pemilu meninggal dunia. Pengawas-pengawas pejuang demokrasi tersebut tersebar di 26 kabupaten/kota di 10 provinsi.

“Provinsi dengan jumlah terbanyak pengawas pemilu yang meninggal adalah Jawa Barat, yaitu sebanyak 10 orang,” tulis Bawaslu dalam web resminya bawaslu.go.id, Selasa (23/4/2019).

Ada pula pengawas yang mengalami kekerasan dalam bertugas. Jumlahnya 19 orang yang tersebar di 16 kabupaten/kota di 11 provinsi. Provinsi Aceh, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Nusa Tenggara Timur adalah daerah yang pengawas pemilunya paling banyak mendapat kekerasan, yaitu masing-masing dua orang.

Sedangkan, 117 orang pengawas pemilu mengalami kecelakaan. Jumlah itu tersebar di 66 kabupaten/kota du 22 provinsi. Di Jawa Timur, paling banyak pengawas pemilu yang tertimpa kecelakaan, yakni 22 orang.

Selain itu, 160 orang pengawas pemilu yang tersebar di 77 kabupaten/kota di 22 provinsi menjalani rawat inap. Jumlah terbanyak terdapat di Sulawesi Selatan dengan 22 orang pengawas pemilu yang menjalani rawat inap.

273 orang pengawas pemilu menjalani rawat jalan pada masa tugas pengawasan pemilu. Angka tersebut tersebar di 84 kabupateb/kota di 23 provinsi. Pengawas pemilu paling banyak menjalani rawat jalan ada di provinsi Jawa Timur, yaitu sebanyak 40 orang.

Bawaslu berduka atas banyaknya pengawas pemilu yang tertimpa musibah saat menjalankan tugas. Untuk itu, Bawaslu mengucapkan duka cita kepada keluarga korban. Tak hanya dalam ucapan saja, Bawaslu pun akan memberikan santunan kepada keluarga pengawas tersebut.

“Kami ikut berduka-cita sedalam-dalamnya.  Insya Allah akan ada perhatian (santunan) dari Bawaslu kepada keluarga dan nanti akan kami sampaikan. Gugurnya jajaran pengawas kami ini menjadi evaluasi kami dalam pengawasan pemilu, ” tegas kepada wartawan, Senin (22/4).

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyebut para anggota Bawaslu yang meninggal saat menjalankan tugas pengawasan Pemilu adalah pahlawan bangsa. Menurutnya, mereka yang wafat saat bertugas itu rela berkorban bagi tegaknya demokrasi.

“Khusus untuk jajaran Pengawas Pemilu yang meninggal dunia adalah para pahlawan bangsa dan negara bertugas dengan semangat dan jiwa cinta tanah air, rela berkorban bagi tegaknya demokrasi semoga amal baktinya akan diberikan Surga terbaik disisi Allah SWT Tuhan Yang Kuasa,” ujar Tjahjo dalam keterangan tertulis, Minggu (21/4).

Tjahjo mengatakan, pihaknya menyampaikan rasa duka cita yang mendalam, serta mengapresiasi pengabdian jajaran pengawas pemilu. Tjahjo mengakui, pekerjaan pengawas pemilu dalam menyukseskan Pemilu 2019 tidak mudah.

“Kami menyampaikan rasa duka cita mendalam dan mengapresiasi pengabdian mulia dari jajaran Pengawas Pemilu yang mengalami sakit, tindak kekerasan, kecelakaan, dan meninggal dunia di beberapa tempat,” kata Tjahjo. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.