Minggu, 17 Desember 17 | 01:57 WIB

  • Flipboard
  • Linkedin

Venezuela Beri Penghargaan Natasha Dematra

Venezuela Beri Penghargaan Natasha Dematra
* Sineas multitalenta, Natasha Dematra.

Jakarta, Obsessionnews.com – Sutradara perempuan termuda di dunia, Natasha Dematra kembali meraih penghargaan yang bertepatan dengan Hari Anak Perempuan Internasional, Rabu (11/10/2017).

Natasha menyabet penghargaan Film Musik Terbaik di Five Continents International Film Festival di Venezuela. Ajang berskala internasional ini diikuti para sineas dari berbagai penjuru dunia.

Salah satu juri festival menyampaikan film musik “Bumiku” yang digarap Natasha bukan sebuah film yang hanya mempertunjukkan hiburan, namun sarat pesan yang harus digemakan ke seluruh dunia.

Natasha mengatakan film Bumiku dapat menginspirasi para anak perempuan untuk memiliki mimpi dan menggapainya.

Ia turut menyampaikan keprihatinannya tentang perkawinan anak perempuan berusia dini janganlah terjadi lagi

“Karena saya percaya bahwa anak perempuan memiliki potensi dan mimpi yang sama besarnya dengan anak laki-laki,” ucap gadis yang telah meraih penghargaan kesetaraan gender tersebut dalam keterangan pers yang diterima Obsessionnews.com, Kamis (12/10/2017).

Hari Anak Perempuan pertama kali dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 11 Oktober 2012. Perayaan ini diharapkan dapat mengingatkan dan membangun perhatian terhadap isu pernikahan dini, kekerasan fisik, perdagangan manusia.

Bumiku, merupakan soundtrack film dokumenter berjudul Siti Nurbaya Bakar: Srikandi Pembawa Perubahan. Lagu ini adalah kampanye tentang lingkungan hidup dan menggambarkan kinerja dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya. Ini disutradarai oleh ayah Natasha, Damien Dematra. Pada Hari Konservasi Nasional film musik ini diputar kembali atas kerjasama dengan Kementerian LHK.

Film ini diproduksi oleh World Environment Movement. Lagunya sendiri diciptakan oleh Natasha bersama pencipta lagu senior, Abah Ukam. Kisahnya membawa pesan kuat tentang bahaya pemanasan global dan kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh ulah manusia.

Film musik ini pertama kali diluncurkan pada September 2016 di Manggala Wanabakti, Kementerian LHK, Jakarta. Pernah juga diputar di konferensi Perubahan Iklim PBB di Marrakech, Maroko tahun 2016 lalu, sebagai bentuk kampanye lingkungan hidup dalam bentuk kreatif.

Pada Februari 2017 lalu, International Independent Film Awards menganugerahkan penghargaan Medali Emas Soundtrack Terbaik.

Kemudian Hari Musik Nasional 2017 lalu Film Musik Bumiku juga terpilih sebagai Opening Film di festival film di New York.

Selanjutnya pada Juni 2017, Silver Palm Award mendapuk film Bumiku sebagai kategori Film Musik Terbaik di Mexico International Film Festival. Film Musik ini juga pernah diputar di Taman Nasional Balurandi wilayah Banyuputih, Situbondo dan Wongsorejo, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (9/8/72017). (Popi)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *