Kamis, 11 Agustus 22

Wamenag: Zakat Solusi Alternatif untuk Penanggulangan Kemiskinan

Wamenag: Zakat Solusi Alternatif untuk Penanggulangan Kemiskinan
* Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI Zainut Tauhid Sa'adi (kiri) membuka acara Halaqah Dakwah Zakat Produktif Untuk Pembangunan Kemanusiaan di Era Pandemi Covid – 19 yang diselenggarakan oleh  Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, di kompleks Pondok Pesantren Tarbiyatul Falah al Affandy, Sukabumi, Minggu (19/7/2020).

Jakarta, Obsessionnews.com – Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI Zainut Tauhid Sa’adi membuka acara Halaqah Dakwah Zakat Produktif Untuk Pembangunan Kemanusiaan di Era Pandemi Covid – 19 yang diselenggarakan oleh  Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, di kompleks Pondok Pesantren Tarbiyatul Falah al Affandy, Sukabumi, Minggu (19/7/2020).

 

Baca juga:

Ini Penjelasan Wamenag Zainut tentang Penggunaan Asrama Haji untuk RS Darurat Tanggulangi Corona

Wamenag Zainut: Siskohat Memberikan Kepastian dan Keadilan kepada Semua Calon Jemaah Haji

Wamenag: Peran Ulama di Indonesia Sangat Penting, Termasuk dalam Strategi Mitigasi Dampak Bencana

 

Dikutip obsessionnews.com dari siaran pers, Senin (20/7), dalam kunjungan kerja tersebut Wamenag didampingi Sekretaris Daerah Sukabumi Iyos Somantri, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sukabumi Abbas Resmana, Ketua Umum MUI Sukabumi KH A. Komarudin, pengasuh Ponpes Tarbiyatul Falah Ustaz Dudi Sa’duddin Afandi, Ketua Forum Santri Indonesia Iwan Fauzi, dan tokoh masyarakat Sukabumi Hj. Reni Marlinawati.

Zainut dalam kunjungan tersebut memaparkan pesan dakwah zakat dan kesiapan pondok pesantren di era kebiasaan baru (new normal). Dia mengungkapkan,  zakat merupakan solusi alternatif untuk penanggulangan kemiskinan,  sebagai komplementer dari anggaran negara, baik dalam skala mikro maupun skala makro.

Pendayagunaan zakat secara konsumtif dan produktif  bertujuan membangun suatu masyarakat yang hidup bertolong-menolong, mempunyai rasa solidaritas sosial yang tinggi dan sejahtera.

“Dana zakat dapat digunakan untuk membuka lapangan kerja baru dengan tujuan menampung fakir miskin dan pengangguran untuk peroleh kerja. Misalnya digunakan untuk membuka kursus-kursus latihan kerja dan keterampilan bagi fakir miskin agar kesejahteraan mereka dapat meningkat, atau untuk pembangunan sumberdaya manusia lewat jalur pendidikan agama dan keagamaan seperti pondok pesantren,” ujar Zainut.

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.