Rabu, 12 Agustus 20

Wamenag: Peran Ulama di Indonesia Sangat Penting, Termasuk dalam Strategi Mitigasi Dampak Bencana

Wamenag: Peran Ulama di Indonesia Sangat Penting, Termasuk dalam Strategi Mitigasi Dampak Bencana
* Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI yang juga Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa'adi menghadiri acara penutupan Rapat Kerja (Raker) Tim Penanggulangan Bencana MUI di Hotel Novotel, Cikini, Jakarta, Sabtu (11/7/2020) malam. (Foto: dok. pribadi Zainut Tauhid Sa'adi)

Jakarta, Obsessionnews.com
Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI yang juga Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa’adi menghadiri acara penutupan Rapat Kerja (Raker) Tim Penanggulangan Bencana MUI di Hotel Novotel, Cikini, Jakarta, Sabtu (11/7/2020) malam.

 

Baca juga: 

Ini Penjelasan Wamenag Zainut tentang Penggunaan Asrama Haji untuk RS Darurat Tanggulangi Corona

Wamenag Zainut: Siskohat Memberikan Kepastian dan Keadilan kepada Semua Calon Jemaah Haji

Raker Tim Penanggulangan Bencana MUI dilaksanakan sejak Jumat (10/7), dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Raker yang diikuti oleh anggota Tim Penanggulangan Bencana MUI yang juga pengurus MUI Pusat itu terselenggara atas kerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Dalam keterangan tertulis yang diterima obsessionnews.com, Minggu (12)7), disebutkan raker selama dua hari tersebut membahas arah kebijakan MUI dalam penanggulangan bencana, kajian penanggulangan bencana dalam pandangan Islam, hingga aspek bencana sosial seperti narkoba. Juga isu-isu aktual mencakup laporan Satgas Covid-19 MUI, dan kajian mutakhir berkenaan Pembelajaran Jarak jauh (PJJ) selama pandemi, dengan pemateri atau nara sumber dari internal MUI maupun dari BNPB.

Dalam arahannya sebelum menutup raker, Wanenag menyampaikan semua materi yang dikaji diharapkan bisa memperkaya perspektif terhadap bencana, serta memberikan kedalaman, agar tim kerja dapat merumuskan strategi penanggulangan bencana, dalam aspek pendidikan dan latihan, dakwah dan pemberdayaan masyarakat, instrumen fatwa yang dibutuhkan. Dan juga rumusan strategi diseminasi gagasan penanganan bencana.

Raker merupakan ikhtiar ulama berkontribusi memberikan solusi terhadap risiko bencana yang kerap menghampiri bangsa Indonesia. Raker menjadi momentum untuk mengidentifikasi setiap isu, potensi darurat bencana, risiko, dan peluang yang ada terkait bencana di Indonesia. Tujuannya mulia karena merupakan bagian dari upaya memelihara jiwa manusia sebagai salah satu tujuan agama.

Zainut mengingatkan waktu dan kematian adalah hal yang pasti. Dan Islam mengajarkan umatnya agar menghargai waktu sebaik-baiknya, berencana mempersiapkan diri sebelum suatu kesulitan terjadi, termasuk kesulitan akibat bencana.

Ia menambahkan, bahwa manusia diberi kesempatan dan daya untuk memperjuangkan nasibnya, agar terhindar dari suatu musibah, atau paling tidak meminimalisir dampak dari suatu musibah. Meskipun akhirnya tetap Allah yang menentukan.

Zainut mengucapkan terima kasih atas dukungan BNPB yang membuat acara raker Tim Penanggulangan Bencana MUI dapat terselenggara dengan sukses. Ia juga mengharapkan agar rapat ditindaklanjuti dengan kolaborasi selanjutnya.

Menurut Zainut, peran ulama di Indonesia masih sangat penting, termasuk dalam strategi mitigasi dampak bencana. Hal ini karena pengaruh ulama yang mampu mensyiar dan berdakwah dengan lembut, sehingga dapat memberikan pemahaman pada umat mengenai mitigasi dampak bencana bila terjadi.

Penutupan juga dihadiri oleh Ketua MUI KH Sodikun, Wasekjen MUI Rofiqul Umam, Wasekjen MUI Nadjamuddin Ramly, Zaitun Rasmin Ketua Satgas Covid -19 MUI dan pengurus dewan pimpinan MUI lainnya. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.