Minggu, 27 November 22

Varian Omicron Pertanda Akhir dari Pandemi?

Varian Omicron Pertanda Akhir dari Pandemi?
* Ilustrasi varian Omicron. (CNBC)

Saat ini dunia sedang khawatir akan keberadaan varian terbaru dari Covid-19, yaitu varian Omicron. Varian tersebut diduga telah menyebar dengan cepat dan telah terdeteksi di lebih dari 30 negara.

Para peneliti kesehatan memprediksi Omicron adalah bentuk virus yang paling cepat menular dan akan segera menggantikan varian Delta. Terlepas dari fakta Omicron menyebar dengan sangat cepat, ada keyakinan kalau keberadaan Omicron ini justru pertanda akhir dari pandemi. Benarkah demikian? Berikut ini penjelasannya seperti dilansir Halodoc.

Varian Omicron dinyatakan tidak berbahaya. Menurut World Health Organization (WHO), para peneliti di Afrika Selatan dan di seluruh dunia sedang melakukan penelitian untuk lebih memahami banyak aspek mengenai Omicron. Sebenarnya belum jelas apakah Omicron lebih mudah menular dibandingkan dengan varian lain, termasuk Delta.

Jumlah orang yang dites positif Covid-19 memang mengalami peningkatan di wilayah Afrika Selatan yang terkena varian ini. Meski begitu, studi epidemiologi sedang dilakukan untuk memahami apakah itu karena Omicron atau faktor lainnya.

Sejauh ini juga memang ada peningkatan tingkat rawat inap di Afrika Selatan. Namun, ini mungkin disebabkan oleh peningkatan jumlah keseluruhan orang yang terinfeksi, bukan akibat infeksi spesifik dari varian Omicron.

Saat ini belum ada informasi yang menunjukkan bahwa gejala yang terkait dengan Omicron berbeda dari varian lainnya. Infeksi awal yang dilaporkan terjadi pada orang dengan usia lebih muda cenderung ringan.

Semua varian Covis-19, termasuk varian Delta yang dominan di seluruh dunia, dapat menyebabkan penyakit parah bahkan kematian, khususnya bagi orang-orang yang punya gangguan kesehatan sebelumnya atau lansia.

Bisa Jadi Akhir dari Pandemi Jika Mau Beradaptasi
Alberto Giubilini, seorang peneliti senior di Oxford Uehiro Center for Practical Ethics, mengatakan akhir dari pandemi ditentukan oleh masyarakat itu sendiri. Tergantung apakah masyarakat mau bergerak bersama melampaui kondisi ini atau tidak.

Pandemi berakhir ketika virus dapat dikendalikan dan orang-orang belajar untuk menghadapinya. Pandemi juga bisa dikatakan berakhir ketika masyarakat mengubah pendekatannya terhadap virus yang kemungkinan akan tetap berdampingan dengan manusia selamanya.

Terlepas dari itu, tindakan yang pada akhirnya bisa dilakukan sekarang adalah mengurangi penyebaran Covid-19—apapun variannya. Hal yang bisa dilakukan tentu saja mendapatkan vaksinasi, menjaga kebersihan, meningkatkan imun tubuh, menjaga jarak, serta tidak bepergian jika tidak perlu, adalah cara-cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Upaya menghentikan pandemi tidak hanya bergantung kepada penemuan medis saja, tetapi perubahan serta adaptasi yang bisa dilakukan untuk menghentikan penyebaran virus. (Halodoc/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.