Senin, 6 Juli 20

Universitas Lambung Mangkurat Cetak SDM Unggul

Universitas Lambung Mangkurat Cetak SDM Unggul
* Universitas Lambung Mangkurat menjalin kerja sama dengan Cambridge University. (Foto: Istimewa)

Dipercaya menjadi Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) selama dua periode, Prof. Dr. Sutarto Hadi, M.Si., M.Sc. mampu menjalankan amanahnya dengan baik, ia berhasil menyulap kampus kebanggaan urang Banua ini menjadi universitas terkemuka dan bercita rasa internasional. Tilik saja pencapaian besar yang ditorehkan ULM pada 19 Maret lalu, perguruan tinggi di Kalimantan Selatan ini mendapat akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Dari 4.500 perguruan tinggi seluruh Indonesia, hanya ada 94 universitas yang institusinya meraih akreditasi A.

“Target saya, di periode kedua ini ULM mendapat akreditasi internasional, seperti dari AUN-QA (Asean University Network-Quality Assurance),” ungkap Sutarto penuh semangat.

Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM)  Prof. Dr. Sutarto Hadi, M.Si., M.Sc dan Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Foto: Istimewa)

Menyongsong Indonesia Emas pada 2045, perguruan tinggi menjadi salah satu tumpuan. Ini menjadi sebuah tantangan, di mana lulusan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya kompeten secara akademik, tapi juga memiliki karakter unggul serta kreatif dan inovatif. Menjawab tantangan tersebut, Sutarto menjuruskan berbagai program peningkatan mutu pendidikan. Dari peningkatan kualitas tenaga pendidik hingga mendorong lulusan berdaya saing.

“Kami akan mendorong dosen ULM untuk menulis jurnal internasional,” tukasnya.

Semakin banyak jurnal internasional yang diterbitkan, sambung Sutarto, otomatis kualitas tenaga pendidik ULM tak perlu diragukan lagi.

Tak hanya itu, ULM juga terus mendorong para dosen untuk mencapai jabatan akademik tertinggi sebagai professor, karena diyakini semakin banyak guru besar akan semakin meningkat kinerja lembaga.

“Kami bertekad bahwa ULM ini satu prodi minimal satu guru besar terus kami gaungkan,” tegasnya.

Sejumlah prestasi pun dipatri civitas akademika, di antaranya 15 hak paten inovasi dan penemuan sepanjang 2019.

“Peraih paten mendapat penghargaan sekaligus uang Rp15 juta per paten. Saya sangat senang karena dari target 5 paten sesuai kontrak saya dengan Pak Menteri, Alhamdulillah berhasil tercipta 15 paten,” ungkap Sutarto.

 

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2 3

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.