Minggu, 15 Desember 19

Turunnya Suara PDI-P Karena Efek Aksi 212

Turunnya Suara PDI-P Karena Efek Aksi 212
* Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri. (Foto: Info PDI-P)

Jakarta, Obsessionnews.com – Ketua Baitul Muslimin PDI-P Hamka Haq mengaku tak begitu khawatir dengan hasil survei yang menunjuk adanya penurunan elektabilitas PDI-P di kalangan pemilih muslim.

Survei dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA mencatat terjadi penurunan suara PDI-P dari 23,2 persen pada Agustus 2018, menjadi hanya 18,4 persen di Januari 2019. Penurunan itu diakui karena adanya aksi 212.

“Jadi mungkin PDI-P menurun di muslim perkotaan merupakan efek dari aksi 212 dulu,” kata Hamka saat dihubungi via sambungan pesan pendek, Kamis, (21/2/2019).

Sementara itu, dalam surveinya LSI Denny JA menyebut penurunan ini tak terlepas dari efek pemilihan presiden. Di mana kubu Prabowo Subianto didukung Ijtima’ Ulama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa.

 

Baca juga:

Pemilu 2019 PDI-P Juaranya

PDI-P Bertekad Jokowi Lanjutkan Pembangunan

Sekjen PDI-P: Jokowi Harus Terpilih Kembali Demi Efektivitas Pembangunan

 

Hamka mengaku tak mau terlalu khawatir. Sebab, survei ini dilakukan pada tanggal 18-25 Januari 2019. Pada awal Februari Hamka mengatakan Wakil Ketua Partai Gerindra Fadli Zon membuat puisi berjudul “Doa yang Ditukar”.

Puisi yang disebut-sebut membahas kesalahan Kiai Maimun Zubair saat berdoa, mendapat kecaman keras. Bahkan massa yang tergabung dalam Aliansi Santri Membela Kiai menggelar unjuk rasa di alun-alun Kudus, Jawa Tengah, Jumat 8 Februari 2019 lalu.

Massa ini meminta Fadli Zon agar minta maaf soal puisi yang telah ia tulis itu. “Survei itu diambil sebelum terjadi puisi blunder Fadli Zon yang bangkitkan semangat perlawanan santri Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat,” kata Hamka.

Kurang dari dua bulan menjelang Pemilu 2019, Hamka mengatakan saat ini PDI-P akan lebih fokus pada basis massa yang ada. “Kami langkah selanjutnya, fokus merawat basis massa dan merangkul pemilih yang diperkirakan masih abu-abu,” kata Hamka. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.