Jumat, 3 Februari 23

Tegas! Pemimpinnya Diduga Perkosa Sejumlah Santri, Kemenag Cabut Izin Operasional Pesantren Manarul Huda Antapani

Tegas! Pemimpinnya Diduga Perkosa Sejumlah Santri, Kemenag Cabut Izin Operasional Pesantren Manarul Huda Antapani
* Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama M Ali Ramdhani. (Foto: Humas Kemenag)

Jakarta, obsessionnews.com – Kementerian Agama (Kemenag) mencabut izin operasional Pesantren Manarul Huda Antapani, Bandung, Jawa Barat. Tindakan tegas ini diambil karena pemimpinnya yang berinisial HW diduga melakukan tindakan pemerkosaan terhadap sejumlah santri.

 

Baca juga: Kemenag Tegaskan Oknum yang Diduga Pelaku Tindak Asusila terhadap Santriwati Sudah Diamankan Polda Jabar

 

Selain itu Pesantren Tahfidz Quran Almadani yang juga diasuh HW ditutup. Lembaga ini belum memiliki izin operasional dari Kemenag.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag M Ali Ramdhani mengatakan, pemerkosaan adalah tindakan kriminal. Kemenag mendukung langkah hukum yang telah diambil kepolisian. Sebagai regulator Kemenag memiliki kuasa administratif untuk membatasi ruang gerak lembaga yang melakukan pelanggaran berat seperti ini.

“Kita telah mengambil langkah administratif, mencabut izin operasional pesantren tersebut,” kata Ramdhani di Jakarta dalam keterangan resminya, Jumat (10/12/2021).

Sementara itu Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Waryono mengungkapkan, pihaknya sejak awal telah mengawal kasus ini, berkoordinasi dengan Polda Jabar dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jabar. Langkah pertama yang sudah diambil adalah menutup dan menghentikan kegiatan belajar mengajar di lembaga pesantren tersebut.

Kemenag langsung memulangkan seluruh santri ke daerah asal masing-masing dan membantu mereka mendapatkan sekolah lain untuk melanjutkan belajarnya. Dalam hal ini Kemenag bersinergi dengan madrasah-madrasah di lingkup Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.