Bangun Karakter dan Disiplin, 2.760 Mahasiswa PNJ Ikuti Program Bela Negara Bersama Pusdikkes

Bangun Karakter dan Disiplin, 2.760 Mahasiswa PNJ Ikuti Program Bela Negara Bersama Pusdikkes
Perwakilan Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) mengikuti rangkaian program bela negara yang dilaksanakan bekerja sama dengan Pusat Pendidikan Kesehatan (Pusdikkes).

Obsessionnews.com - Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) memperkuat pembentukan karakter mahasiswa melalui rangkaian program bela negara yang dilaksanakan bekerja sama dengan Pusat Pendidikan Kesehatan (Pusdikkes). Kegiatan ini mengedepankan nilai kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, kepemimpinan, serta semangat kebersamaan sebagai bagian dari pengembangan karakter mahasiswa.

Rangkaian kegiatan dimulai pada 27 Juli 2026, melalui Training of Trainers (ToT) yang diikuti 85 mahasiswa PNJ di Pusdikkes. Kegiatan tersebut menjadi tahap awal pembekalan sebelum rangkaian pembinaan dilanjutkan dengan melibatkan mahasiswa dalam jumlah lebih besar.

Selanjutnya, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembinaan bela negara yang melibatkan 2.760 mahasiswa PNJ di kawasan Robinso, Puncak, Cisarua.

Baca Juga:
Sarasehan PNJ 2025: Buka Wawasan Mahasiswa Vokasi Menuju Indonesia Emas 2045


Dalam pelaksanaannya, kegiatan dirancang tidak hanya memberikan pengalaman mengenai kedisiplinan, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk membangun kemampuan komunikasi, kerja sama, kepemimpinan, dan tanggung jawab.

Berbagai aktivitas pembinaan dilakukan melalui pembekalan materi dan kegiatan kelompok. Mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dan bekerja sama dengan mahasiswa dari berbagai jurusan.

Direktur Politeknik Negeri Jakarta, Dr. Syamsurizal, S.E., M.M., mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat karakter mahasiswa sekaligus meningkatkan kemampuan mereka dalam bekerja sama.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan nasional sekaligus membentuk karakter mahasiswa, khususnya dalam hal disiplin dan kemampuan bekerja sama. Setelah kembali ke kampus, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan, baik dalam bekerja sama dengan sesama mahasiswa maupun dengan mahasiswa dari berbagai jurusan,” ujar Dr. Syamsurizal.

Menurutnya, pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama kegiatan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan kampus, termasuk dalam aktivitas akademik maupun kegiatan yang membutuhkan kolaborasi lintas jurusan.

Sementara itu, Nurul Intan Pratiwi, S.Sos., M.Si., mengatakan pembinaan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan mahasiswa sekaligus memperkuat semangat kebersamaan.

“Melalui pendidikan ini, mahasiswa juga diharapkan memiliki tingkat kedisiplinan yang semakin baik dalam menjalani aktivitas akademik maupun kehidupan sehari-hari di lingkungan kampus. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta tanah air, memperkuat semangat kebersamaan, serta membentuk pribadi mahasiswa yang semakin teguh, disiplin, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa dan negara,” ungkap Nurul Intan.

Ia menambahkan, pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama kegiatan diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan di lapangan, tetapi dapat menjadi bekal karakter yang diterapkan dalam kehidupan perkuliahan dan masa depan.

Dalam rangkaian pembinaan, mahasiswa mendapatkan sejumlah materi yang mendukung pengembangan karakter dan wawasan kehidupan generasi muda. Materi tersebut antara lain pencegahan penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif (Napza), kedisiplinan, edukasi HIV/AIDS, serta pembekalan survival.

Selain pembekalan materi, kegiatan juga diisi dengan berbagai aktivitas kelompok yang mendorong mahasiswa membangun komunikasi, kekompakan, dan kemampuan menyelesaikan tantangan secara bersama-sama.

Bagi PNJ, pengembangan karakter menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia profesional. Selain kompetensi akademik dan keterampilan teknis, mahasiswa juga membutuhkan kemampuan bekerja dalam tim, komunikasi, disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan beradaptasi.

Melalui kerja sama PNJ dengan Pusdikkes, rangkaian kegiatan yang dimulai dari Training of Trainers bagi 85 mahasiswa, kemudian dilanjutkan dengan pembinaan yang melibatkan 2.760 mahasiswa di Puncak, Cisarua, diharapkan dapat memberikan pengalaman yang berdampak positif bagi mahasiswa.

Nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, kerja sama, semangat kebersamaan, dan kecintaan terhadap tanah air diharapkan dapat terus diterapkan mahasiswa setelah kembali ke lingkungan kampus.

Dengan demikian, program bela negara tersebut tidak hanya menjadi kegiatan pembinaan di lapangan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendidikan karakter untuk membentuk mahasiswa PNJ yang disiplin, mampu bekerja sama, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian terhadap bangsa dan negara.(Redaktur/ Dok. Istimewa)