Minggu, 22 September 19

Tak Mau Ambil Risiko, Polri Kirim 1.200 Personel Amankan Papua

Tak Mau Ambil Risiko, Polri Kirim 1.200 Personel Amankan Papua
* Kerusuhan di Fakfak. (Foto: Sinar Harapan)

Jakarta, Obsessionnews.com – Meski sudah dinyatakan aman, Kepolisian RI (Polri) tetap mendatangkan 12 satuan setingkat kompi (SSK) atau 1.200 personel untuk membantu mengamankan sejumlah wilayah di Papua dan Papua Barat pasca-demonstrasi.

 

Baca juga:

IPW Minta Polri Segera Buru Provokator Siber Kerusuhan di Papua

Satgas Pamtas Yonif 411/Pdw Kostrad Gelar Lomba Panahan Tradisional di Papua

Bersatu Menjaga Damai di Tanah Papua

 

Diketahui buntut dari kerusuhan terhadap mahasiswa Papua, Surabaya, Malang dan Semarang, wilayah Papua dan Papua Barat ikut memanas. Kerusuhan disertai aksi bakar-bakaran menjalar ke Manokwari, Sorong, Fakfak, dan Timika.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra menyatakan, polisi menjalankan prosedur pengamanan dengan menambah jumlah personel. Meski sudah aman, pihaknya tidak mau meremehkan situasi dan tetap bersiaga.

“Kami dalam konteks pengamanan kan tak boleh underestimate, tetap dalam kondisi overestimate,” ucap Asep di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (22/8/2019).

Ia menjelaskan, mereka tidak dapat meremehkan situasi karena ada hal yang dapat diprediksi dan ada yang tidak. Maka dari itu, kata Asep, para aparat keamanan tetap disiagakan agar lebih siap jika terjadi sesuatu.

“Artinya hal-hal ada yang bisa kita prediksi, ada yang tidak. Oleh karena itu, langkah paling tepat adalah kita tetap dalam pemikiran menjaga itu,” ujar Asep.

“Tetap tidak boleh meremehkan situasi yang ada. Itu penting, apabila terjadi sesuatu, kita akan lebih siap,” ucap dia.

Dari 12 SSK yang telah didatangkan, Asep tidak merinci persebaran para personel untuk masing-masing wilayah. Sebelumnya, pasca-kerusuhan di Fakfak, polisi mendatangkan 1 SSK Brimob, sementara sebanyak 2 SSK Brimob ke Timika. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.