Minggu, 22 September 19

Bersatu Menjaga Damai di Tanah Papua

Bersatu Menjaga Damai di Tanah Papua
* Ilustrasi Papua cinta Indonesia. (Foto: Medsos)

Jakarta, Obsessionnews.com – Konflik di Papua yang dilatarbelakangi rasisme harus segara disudahi. Masyarakat diimbau untuk bisa menahan diri, tidak gampang terprovokasi apalagi sampai melakukan tindakan anarkisme. Menjaga persatuan dan persaudaraan adalah sikap utama yang harus dikedepankan semua elemen masyarakat.

 

Baca juga:

Mahasiswa Papua Sepakat Tidak Keluar dari Jember

Sambil Minta Maaf, Risma Bantah Isu Pengusiran Mahasiswa Papua di Surabaya

Ribut-ribut Asrama Papua di Surabaya, Gemura Pertanyakan Kehadiran Negara

 

Melihat kisruh Papua yang menjalar ke berbagai daerah tentu menjadi perhatian seluruh masyarakat Indoesia. Bukan hanya para tokoh, masyarakat juga ingin kasus ini segera bisa diselesaikan, dan Papau bisa kembali damai. Mereka ramai-ramai menyampaikan pesan damai, termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta semua orang saling memaafkan.

Menurutnya alangkah lebih baiknya apabila masyarakat Papua dan Papua Barat memaafkan jika merasa tersinggung. “Saya tahu ada ketersinggungan, oleh sebab itu, sebagai saudara sebangsa dan setanah air, yang paling baik adalah saling memaafkan,” kata Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/8/2019).

“Emosi itu boleh, memaafkan lebih baik. Sabar itu juga lebih baik,” kata Jokowi.

Wakil Presiden Jusuf Kalla juga meminta masyarakat Papua menerima permohonan maaf terkait insiden pengepungan asrama mahasiswa Surabaya yang berimbas pada unjuk rasa di Manokwari, Papua Barat, kemarin.

“Masyarakat Papua kita harapkan dapat menerima penyesalan dan permintaan maaf dari masing-masing yang berbuat salah. Intinya adalah kita harus saling menghargai,” ujar JK di kantor wakil presiden, Jakarta, Selasa (20/8).

Tida hanya itu, Sekretaris Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Gomar Gultom juga meminta masyarakat menahan diri dan tidak mudah terpancing oleh isu yang beredar terkait penyebab aksi massa di Papua dan Papua Barat.

“Sementara terhadap masyarakat saya mengimbau untuk bersama-sama menahan diri dan jangan cepat terpancing oleh berita-berita yang berkembang,” kata Gomar kepada Antara, Jakarta.

Jauh sebelumnya, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini (Risma) juga sudah meminta maaf atas insiden di asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya sehingga memicu kerusuhan yang terjadi Manokwari, Papua Barat.

Risma mengajak seluruh pihak untuk saling menjaga kedamaian dan tidak terpancing emosi. “Mari sekali lagi kita jaga, kita akan rugi semua. Sayang sekali selama ini kita sudah bangun dengan susah payah, kemudian hancur begitu saja hanya karena emosi kita. Saya pikir itu tidak perlu saya. Kalau memang itu ada kesalahan di kami di Surabaya, saya mohon maaf. Tapi itu tidak benar kalau kami dengan sengaja mengusir, tidak ada itu,” ujar Risma,

Demikia juga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Ia bersama sejumlah warga Papua di Surabaya menyanyikan lagu-lagu daerah asal Papua. Hal itu dilakukan di sela cangkrukan pejabat Forkopimda setempat di kediaman Kapolda Jatim di Surabaya, Senin malam.

“Semoga diskusi dalam cangkrukan ini menguatkan persaudaraan demi NKRI, ujar Khofifah di sela kegiatan cangkrukan, seperti melansir Antara.

Khofifah menyanyikan dua lagu, masing-masing berjudul ‘Tanah Papua’ dan ‘Aku Papua’. Khofifah yang didampingi Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak dan Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan tampak sangat hafal lirik-lirik kedua lagu tersebut.

Tepuk tangan meriah dari sejumlah undangan terus menggema dan kesempatan tersebut tak disia-siakan wartawan untuk mengabadikannya. Di sela kegiatan cangkrukan, tak hanya diisi kegiatan diskusi, tapi juga makan malam dengan suguhan kopi, kue serta beraneka macam buah-buahan. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.