Minggu, 8 Desember 19

Cyber Crime Polri Diminta Aktif Lakukan Antisipasi Keamanan di Era Digital

Cyber Crime Polri Diminta Aktif Lakukan Antisipasi Keamanan di Era Digital
* Ilustrasi Cyber Criem. (Foto: beritagresik.com)

Jakarta, Obsessionnews.comDi era digital sekarang ini peran Direktorat Cyber Crime Polri menjadi sangat vital dan strategis dalam menjaga keamanan. Sebab kejahatan dan kerusuhan massal bisa “diremot” dari jarak jauh dengan teknologi dan akun media sosial, seperti kerusuhan di Manokwari pada Senin (19/8/2019).

Untuk itu Cyber Crime Polri dengan patroli sibernya, yakni Siber.com diharapkan tidak hanya sekadar berpatroli, lebih dari itu harus aktif juga melakukan tindakan deteksi dan antisipasi dini secara digital.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menuturkan, jika dalam patroli sibernya mereka mencium ada gejala provokasi yang bisa memicu kerusuhan massa seperti di Manokwari, seharusnya Patroli Siber bisa segera bertindak dan berkordinasi dengan jajaran lain agar akun sosial yang memprovokasi itu bisa segera diblokir dan pemiliknya ditangkap.

“Sehingga kerusuhan massal tidak meledak. Dan ini sesuai dengan fungsi Polri yang senantiasa bertindak preventif dan preemtif,” ujar Neta dalam keterangan tertulis yang diterima obsessionnews.com, Kamis (22/8).

Menurut pria berdarah medan ini, patroli siber harus menjadi langkah yang luar biasa untuk mengantisipasi keamanan di era digital. Sehingga Cyber Crime ditahap awal, setiap tiga bulan perlu membuat data dan evaluasi, tentang berapa pengaduan yang masuk dan berapa pengaduan yang dituntaskan serta berapa banyak deteksi dini yang telah dan apa kendala penuntasan.

“Agar publik bisa melihat progres patrolisiber yang sudah dilakukan Polri, terutama dalam memburu para provokator digital dalam kerusuhan di sejumlah kota di Papua,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Kerusuhan terjadi di Manokwari pada Senin (19/8) pagi. Saat itu warga menggelar aksi membakar ban bekas dan meletakkan ranting pohon di sejumlah ruas jalan dalam kota Manokwari.

Massa diketahui menyampaikan protes terkait dugaan persekusi dan rasisme terhadap mahasiswa Papua di sejumlah daerah, seperti Malang, Surabaya, dan Semarang.

Diberitakan sebelumnya, polisi mengangkut paksa 43 mahasiswa Papua ke Mapolrestabes Surabaya pada Sabtu (17/8). Tindakan tersebut dilakukan setelah polisi menembakkan gas air mata dan menjebol pintu pagar Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya.

Alasan polisi mengangkut paksa mahasiswa Papua adalah karena untuk kepentingan pemeriksaan dalam kasus perusakan dan pembuangan Bendera Merah Putih ke selokan yang diduga dilakukan oleh oknum Mahasiswa Papua.

Berangkat dari kasus tersebut akhirnya massa di Papua menggelar aksi. Dalam aksi tersebut dilakukan dengan cara warga menyebar ke sejumlah jalan sambil membawa senjata tajam dan spanduk.

Sebagian massa yang membawa senjata tajam menebang pohon untuk memblokade sejumlah ruas jalan, yakni Jalan Yos Sudarso, Jalan Trikora Wosi dan Jalan Manunggal Amban, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari.

Tak hanya itu, massa diketahui juga melemparkan pecahan botol dan merobohkan papan reklame serta tiang lampu lalu lintas yang berada di pinggir Jalan Yos Sudarso. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.