Jumat, 15 November 19

Tak Hanya Pulangkan Rizieq, Kubu Prabowo juga Minta Pendukungnya dibebaskan

Tak Hanya Pulangkan Rizieq, Kubu Prabowo juga Minta Pendukungnya dibebaskan
* Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab. (Foto: Edwin B/Obsessionnews.com)

Jakarta, Obsessionnewa.com – Rekonsiliasi adalah upaya yang kini tengah ditempuh oleh kedua kubu baik kubu Prabowo Subianto dan Jokow Widodo. Pasca Pilpres 2019, rekonsiliasi menjadi harapan semua pihak. Pihak Prabowo juga tak keberatan dengan upaya itu, namun mereka mengajukan sejumlah syarat.

 

Baca juga:

Polisi Mulai Bidik Amien Rais, Bachtiar Nasir dan Habib Rizieq

Ajakan ‘People Power’ Habib Rizieq Tidak Laku

TKN Tegaskan Jokowi Tak Mau Bertemu dengan Habib Rizieq

 

Sekjen Gerindra Ahmad Muzani membenarkan beberapa syaratnya, yakni mengajukan pemulangan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Tak hanya pemulangan Rizieq Shihab, Prabowo juga meminta pemerintah membebaskan sejumlah tokoh pendukung yang ditangkap karena terjerat kasus hukum.

“Ya keseluruhan (pemulangan Rizieq Shihab), bukan hanya itu. Tapi keseluruhan bukan hanya itu. Kemarin kan banyak ditahan ratusan orang. Lagi diproses-proses. Ya segala macamlah ya,” ujar Muzani saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/7/2019).

Muzani mengatakan, pertemuan antara Prabowo dan Jokowi sebagai langkah awal rekonsiliasi juga harus dilihat sebagai proses islah atau perdamaian. Namun kata dia, islah kedua tokoh itu juga tidak mungkin berhasil jika masih terdapat dendam di tengah masyarakat.

Pihak yang menjadi pemenang pada Pilpres 2019 pun diharapkan tidak merasa menjadi penguasa yang dapat bertindak apa saja. Selain itu Muzani juga menegaskan, jangan sampai proses rekonsiliasi menjadi sekadar wacana dan dagangan politik.

“Islah yang sekarang harus dilakukan itu harus meniadakan dendam, harus meniadakan bahwa saya pemenang dan kamu yang kalah. Saya penguasa, kamu yang dikuasai. Saya yang benar kamu yang salah sehingga islah itu tidak akan terjadi kalau dendam yang seperti itu masih terjadi,” kata Muzani.

“Rekonsiliasi tidak mungkin terjadi kalau kemudian suasana dan pikiran itu juga terjadi. Suasana itu harus diredakan, harus dikendurkan, sehingga islah itu menjadi sesuatu yang kuat,” ucapnya.

Sementara itu, Politikus PDI Perjuangan Masinton Pasaribu menyatakan, kurang tepat bila kepulangan Rizieq Shihab dijadikan syarat rekonsiliasi antara Prabowo dan Jokowi. Seharusnya, rekonsiliasi dilakukan tanpa syarat.

Menurut Masinton, rekonsiliasi itu harus diawali dengan keluhuran dan ketulusan. Rekonsiliasi harus dimaknai membangun persatuan, membangun persaudaraan sesama elemen anak bangsa.

“Maka dengan dilandasi itu, tidak ada embel-embel lain, selain semangatnya untuk persatuan bangsa. Nah, tidak ada motif,” kata Masinton di Kompleks Parlemen RI, Jakarta, Selasa (9/6).

Masinton menekankan, pentingnya rekonsiliasi adalah untuk menghilangkan seluruh unsur kompetisi setelah Pemilu 2019. Maka itu, dalam rekonsiliasi itu juga tidak boleh ada transaksi-transaksi lain termasuk jaminan hukum bagi Rizieq Shihab, serta pembebasan para pendukung Prabowo.

“Maka rekonsiliasi itu harus membangun persatuan dan punya komitmen merajut ke-Indonesiaan. Kalau ada umpamanya syarat-syarat, ya menurut saya rekonsiliasi harus dengan keluhuran, tidak ada lain selain untuk kepentingan bangsa,” ujar dia.

Masinton pun mengatakan, seharusnya tidak ada kendala bagi Rizieq untuk kembali. Ia menyebut, Rizieq pergi atas keinginan sendiri. Sehingga, bila ingin kembali, maka Rizieq dipersilakan kembali atas niat pribadi.

Namun, terkait perkara hukum yang melibatkan Rizieq, Masinton menegaskan, perkara hukum tak bisa diintervensi. Hukum memiliki mekanisme sendiri untuk diselesaikan. Termasuk kasus-kasua hukum yang menimpa para pendukung Prabowo.

“Nah, kalau ada persoalan lain, misalnya masalah hukum, kan hukum punya mekanisme sendiri untuk menyelesaikan. Tentu upaya hukum kalau ada persoalan lain monggo. Hukum punya mekanisme sendiri yang tidak boleh diintervensi siapa pun,” kata Masinton menegaskan. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.