Sabtu, 24 Agustus 19

Ajakan ‘People Power’ Habib Rizieq Tidak Laku

Ajakan ‘People Power’ Habib Rizieq Tidak Laku
* Habib Rizieq Shihab pimpin aksi 212. (Foto: Tribunnews)

Jakarta, Obsessionnews.com – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab terus mencermati dinamika politik Tanah Air pasca pilpres 2019. Khususnya mengenai tuduhan kecurangan KPU yang dimainkan oleh kubu pasangan capres-cawapres nomor 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

 

Baca juga:

TKN Tegaskan Jokowi Tak Mau Bertemu dengan Habib Rizieq

Yusril Ungkap Alasan Buka Chat Dirinya dengan Habib Rizieq

Demi Bela Habib Rizieq, Dua Anggota FPI Ditangkap Karena Menghina Jokowi

 

Rizieq sendiri percaya adanya kecurangan dalam pilpres tahun ini. Ia menyerukan adanya gerakan people power yang digaungkan Amien Rais. Bagi Rizieq people power adalah tindakan sesuai hukum atau konstitusional, bukan inkonstitusional.

Rizieq mengatakan hal itu dari Mekkah Arab Saudi dalam tayangan video yang diunggah di akun Youtube Font TV berjuduk People Power yang diunggah Selasa (22/4/2019).

“Sekali lagi people power adalah konstitusional, maka kalau ada yang bilang makar atau inkonstitusional itu adalah orang tak mengerti hukum,” kata Rizieq.

Rizieq Shihab kemudian membeberkan sejarah people power di Indonesia.

Pertama, Presiden Soekarno diturunkan dengan kekuatan people power. Ketika itu rakyat Indonesia turun ke jalan-jalan di berbagai tempat meminta Soekarno turun karena pemerintahannya didominasi Partai Komunis Indonesia (PKI).

Ia mengatakan, Soekarno adalah seorang negarawan, seorang pahlawan, seorang yang cerdas dan pandai, melihat bahwa people power adalah sesuatu kekuatan yang konstitusional, suatu arus gelombang politik yang begitu kuat, maka Soekarno tidak melakukan perlawanan.

“Bahkan Soekarno mengeluarkan Supersemar kepada Soeharto bersama people power untuk menyelamatkan NKRI,” ujar Rizieq Shihab.

Kedua, era Presiden Soeharto, setelah 32 tahun berkuasa terjadi people power, rakyat turun ke jalan minta Soeharto turun dari jabatan ketika itu.

Rizieq Shihab mengataka, bahwa saat itu pemimpin ABRI Wiranto sempat mengumpulkan kekuatan tentara, polisi dan masyarakat untuk mengalahkan people power sampai muncul korban Tragedi Trisakkti.

“Tapi, Soeharto tak setuju dan mengundurkan diri, karena dia tahu people power tindakan konstitusinonal.”

Ketiga, era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Setelah dua tahun memimpin, ada demo yang ingin menurunkan Gus Dur. Saat itu, Gus Dur memiliki pasukan berani mati. Namun, Gus Dur orang cerdas, pahlawan, tapi dia tahu people power tak bisa dibendung, dia mengerti people power arus gelombang politik dari bawah.

Rizieq Shihab mengungkap people power terkait Pilpres 2019. Dia menilai terjadi kecurangan struktur, masif, dan sistematis pada Pilpres 2019. Rizieq Shihab mengingatkan agar kecurangan pada pemilu 2019 segera diatasi agar kemarahan masyarakat tak berubah menjadi people power.

Namun Rizieq sadar ajakan people power tidak sepenuhnya disetujui oleh Prabowo. Misalnya pada Pemilu 2014, Rizieq mengaku pernah mendesak Prabowo untuk melakukan gerakan itu. Namun Prabowo tidak melakukan dan memilih menyelesaikan di Mahkamah Konstitusi.

Rizieq merasa Prabowo tak yakin melakukan gerakan itu karena tidak memiliki basis masa yang kuat. Padahal Prabowo dicurangi. Namun jika people power digerakkan pada Pilpres kali ini akan berjalan dengan masif karena ada kekuatan massa seperti asksi 212.

Pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno, kembali menegaskan akan melalui jalur konstitusional terkait indikasi kecurangan dalam Pilpres 2019. Bukan people power seperti yang disarankan Rizieq.

Direktur Media dan Informasi BPN 02 Hashim Djojohadikusomo menegaskan, amanah Prabowo-Sandiaga agar para pendukung dan relawannya menampilkan situasi yang sejuk dan tenteram menyikapi ragam indikasi kecurangan dalam Pilpres 2019.

“Pak Prabowo, sudah menyampaikan berkali-kali agar kita di BPN mengedepankan sikap yang konstitusional. Saya kira itu tidak perlu diragukan lagi,” ujar Hashim di Jakarta, Senin (22/4).

Pernyataan Hashim itu menyanggah sejumlah tudingan yang dialamatkan kepada Prabowo-Sandiaga yang akan berbuat provokasi massa, jika hasil Pilpres 2019 kembali memenangkan paslon pejawat Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin.

Hashim menerangkan, saat ini BPN 02 menyatakan diri sebagai pemenang Pilpres 2019 dengan keterpilihan 62 persen. Meskipun, kata dia, terjadi indikasi dan dugaan kecurangan untuk mengeliminasi klaim kemenangan tersebut.

Hashim meyakini, meski kecurigaannya itu terjadi, Prabowo-Sandiaga menegaskan, agar menghadapi situasi tersebut dengan cara-cara yang konstitusional. Bagi Hashim tindakan people power akan merugikan banyak pihak, terutama masyarakat. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.