Minggu, 23 Januari 22

Syahbandar Larang Kapal Berlayar‎

Syahbandar Larang Kapal Berlayar‎
* OMBAK TINGGI‎ : Sedikitnya 30 penumpang KM. Darlin Isabel batal berangkat ke wilayah Kepulauan Sumenep dari Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Selasa (14/7/2015). (Obsessionnews.com/Ari Armadianto)‎ ‎

Surabaya, Obsessionnews – Pelayaran ke wilayah kepulauan Sumenep lumpuh. Tidak ada satupun kapal yang berlayar, karena ombak besar dan angin kencang.

Data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak, Surabaya, untuk perairan kepulauan Sumenep, ketinggian ombak berkisar 4-5 meter dengan kecepatan angin mencapai 60 km/jam. Cuaca akibat proses konvergensi angin dari Benua Australia tersebut merata di laut Jawa sejak Sabtu (11/7/2015). Termasuk, perairan Masalembu, Kangean, dan Sapeken.

Kondisi tersebut diprediksi bertahan hingga tanggal 16 Juli mendatang, cuaca di perairan Sumenep diperkirakan masih buruk. BMKG menghimbau pada arus mudik Lebaran, khususnya angkutan kapal kepulauan Sumenep tetap waspada.

Dengan ketinggian gelombang hingga lima meter, BMKG Maritim Tanjung Perak menghimbau nahkoda kapal untuk menunda keberangkatan. Pasalnya, ketinggian gelombang tersebut akan sulit dilalui kapal-kapal ‎dengan draft kecil.

KM. Darlin Isabel untuk 12 keberangkatan kapal mudik-balik gratis hingga 22 Juli mendatang, dibatalkan sejak Senin (13/7/2015). Rute Surabaya-Masalembo PP, Kalianget-Kangean PP, dan Banyuwangi-Sapeken PP.

Sementara Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, Rudiana menjelaskan pihaknya melarang seluruh kapal dari Pelabuhan Tanjung Perak ke Pelabuhan Kalianget PP untuk berlayar, mengingat cuaca buruk dengan ombak besar dan angin kencang.

“Catatan kami, ketinggian ombak berkisar 5 meter. Karena itu, kami tidak menerbitkan SPB (surat persetujuan berlayar) untuk kapal lintasan kepulauan,” tegasnya kepada DUTA, Selasa (14/7/2015).

Ia mengungkapkan, surat persetujuan berlayar tersebut akan diterbitkan apabila cuaca laut sudah membaik dan aman untuk pelayaran.

“Kami lebih mengutamakan keselamatan pelayaran. Karena itu, untuk kondisi seperti sekarang ini, memang tidak ada kapal yang kami ijinkan berangkat, hingga cuaca membaik,” pungkasnya. (GA Semeru)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.