Rabu, 18 September 19

Sudah Diketahui, Dalang Rencana Pembunuhan Tokoh Nasional Segera Diungkap

Sudah Diketahui, Dalang Rencana Pembunuhan Tokoh Nasional Segera Diungkap
* Menko Polhukam, Wiranto. (Foto: kumparan.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto belum mau mengungkap identitas dalang rencana pembunuhan sejumlah tokoh nasional. Pihaknya masih menunggu pemeriksaan polisi.

“Sudah, sudah, dalangnya sudah diketahui. Ya nggak bisa (diungkapkan dari mana aktornya), nanti tunggu kepolisian saja. Tunggu, tunggu. Tunggu saja, nanti kan ada pemeriksaan,” ujar Wiranto di kantor PPATK, Jakarta, Selasa (28/5/2019).

 

Baca juga:

Ngeri! Perusuh 22 Mei Rencana Bunuh 4 Tokoh Nasional dan Pimpinan Lembaga Survei

Mustofa Nahra, Relawan Prabowo-Sandi Jadi Tersangka Hoax Rusuh 22 Mei

Dosen UGM Kirim Pesan Damai Pasca Aksi 22 Mei

 

Meski sudah mengetahui identitas yang bersangkutan, namun Wiranto tidak mendahului hasil pemeriksaan kepolisian. Ia bersyukur rencana pembunuhan itu tak terealisasi. Hal itu berkat kesigapan aparat keamanan mengantisipasinya.

“Jadi kalau rencana pembunuhan pejabat itu sejak dulu selalu ada ya. Dan kita bersyukur bahwa aparat keamanan kita cukup sigap, ya. Operasi intelijen, operasi keamanan, itu sangat cepat sekali. Dan sekarang sudah dapat diringkus kan,” ungkap Wiranto.

“Tim ya, baik penjual senjatanya, pemasok senjatanya, yang memerintahkan, kemudian sebagai eksekutornya, penadahnya, itu sudah ditangkap. Kita tunggu saja pemeriksaan kepolisian ya,” lanjut dia.

Aparat kepolisian telah meringkus enam pemilik senjata api dan amunisi ilegal yang diduga akan digunakan saat aksi 21-22 Mei 2019. Senjata itu pula yang diduga akan digunakan untuk membunuh pejabat atau tokoh nasional serta pemilik lembaga survei.

 

Baca juga:

Wiranto: Kesalahan Saya Cuma Satu, Menunjuk OSO Jadi Ketua Umum

Amien Rais Peringatkan Wiranto: Hati-hati Anda

Wiranto: Ada Tokoh di Luar Negeri Kerjanya Ngomporin Masyarakat

 

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal mengatakan rencana tersebut sudah disiapkan sejak 1 Oktober 2018. Iqbal membeberkan tersangka HK menerima instruksi dari seseorang yang oleh pihak kepolisian masih dirahasiakan identitasnya untuk membeli dua pucuk senjata api laras pendek di sebuah lokasi di Kalibata, Jakarta.

“1 Oktober 2018 tersangka HK menerima perintah dari seseorang membeli dua pucuk senpi laras pendek di Kalibata,” ujar Iqbal di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (27/5).

Setelah menerima perintah, kata Iqbal, HK membeli satu pucuk revolver taurus colt 38 seharga Rp50 juta dari tersangka AF pada 13 Oktober 2018. Kemudian, HK berhasil membeli satu pucuk senjata mayer colt 22 seharga Rp5,5 juta dari tersangka AD pada 5 Maret 2019.

“Yang kemudian diserahkan kepada tersangka AZ dan dua pucuk senpi rakitan laras panjang colt 22 seharga Rp15 juta dan laras pendek colt 22 seharga Rp6 juta yang kemudian diserahkan kepada tersangka TJ,” ujarnya.

Pada 14 Maret 2019, Iqbal menyebut HK menerima uang sebesar Rp150 juta dari orang yang menginstruksikannya membeli senjata pada 1 Oktober 2018. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp25 juta diserahkan HK kepada TJ sebagai fee untuk membunuh dua orang tokoh nasional yang tidak bisa disebutkan namanya.

“12 April 2019 tersangka HK mendapatkan perintah kembali untuk membunuh dua tokoh nasional lainnya. Jadi empat target kelompok ini menghabisi nyawa tokoh nasional,” ujar Iqbal.

Selain merencanakan pembunuhan empat tokoh nasional, Iqbal menyampaikan terdapat pula informasi dari tersangka AZ bahwa ada rencana pembunuhan terhadap seorang pimpinan satu lembaga survei swasta yang akan dilakukan oleh IR.

“Dan tersangka tersebut sudah beberapa kali menyurvei rumah tokoh tersebut, diperintahkan untuk mengeksekusi, dan tersangka tersebut IR sudah mendapat uang sebesar Rp5 juta,” ujarnya.

Usai memiliki senjata dan memberi instruksi pembunuhan, Iqbal berkata HK dan timnya mengikuti aksi massa di depan Bawaslu, Jakarta, Selasa (21/5). Dalam kesempatan itu, ia menyebut HK membawa senpi revolver taurus colt 38.

“Dari rangkaian itu semua, bayangkan kalau kami tidak bergerak cepat. Ini pihak yang kami sudah antisipasi, preventive strike. Kami tidak tahu kelompok-kelompok lain yang sudah lolos,” ujar Iqbal.

Lebih dari itu, ia menegaskan kelompok yang dipimpin HK berbeda dengan kelompok yang sebelumnya telah diungkap oleh kepolisian.

(Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.