Jumat, 21 Juni 19

Ngeri! Perusuh 22 Mei Rencana Bunuh 4 Tokoh Nasional dan Pimpinan Lembaga Survei

Ngeri! Perusuh 22 Mei Rencana Bunuh 4 Tokoh Nasional dan Pimpinan Lembaga Survei
* Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Muhammad Iqbal menyampaikan paparan di Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Senin (27/5/2019). (Foto: Okezone.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Penyidikan kasus kerusuhan 22 Mei mengungkap fakta yang mengerikan. Para perusuh yang beraksi di sejumlah titik di Jakarta merencanakan pembunuhan terhadap 4 orang tokoh nasional. Para perusuh yang sudah ditetapkan sebagai tersangka itu mendapat perintah pembunuhan dari seseorang dengan imbalan uang.

 

Baca juga:

Mustofa Nahra, Relawan Prabowo-Sandi Jadi Tersangka Hoax Rusuh 22 Mei

Dosen UGM Kirim Pesan Damai Pasca Aksi 22 Mei

Iwan Fals Desak Polisi Tangkap Dalang Kerusuhan Aksi 22 Mei

 

Kasus ini terungkap setelah polisi mengungkap 6 tersangka, masing-masing berinisial HK alias Iwan, AZ, IF, TJ, AD, dan AF alias Fifi. Mereka memiliki peran berbeda.

“(Tanggal) 14 Maret 2019 HK menerima uang Rp 150 juta dan TJ mendapat Rp 25 juta dari seseorang, seseorang itu kami kantongi identitasnya dan tim mendalami. TJ diminta membunuh dua orang tokoh nasional saya tidak sebutkan di depan publik,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Muhammad Iqbal kepada wartawan di Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Senin (27/5/2019).

“(Tanggal) 12 April 2019 HK mendapat perintah untuk membunuh tokoh nasional. Jadi 4 target kelompok ini menghabisi nyawa tokoh nasional,” sambung Iqbal.

Polisi tak mau mengungkap nama 4 tokoh nasional yang jadi target pembunuhan. Namun, kata Iqbal, baik Polri maupun TNI sudah tahu siapa targetnya dan juga siapa ‘seseorang’ yang meminta pembunuhan itu.

Selain itu, polisi juga mengungkap rencana gelap kelompok perusuh tersebut. Ada seorang eksekutor yang diminta untuk membunuh seorang pimpinan lembaga survei. Peristiwa itu terjadi pada April 2019. Seorang eksekutor diperintah oleh tersangka berinisial HZ untuk melakukan aksi pembunuhan tersebut.

“Terdapat perintah dari HZ untuk membunuh pimpinan satu lembaga, lembaga swasta. Lembaga survei,” ujar Irjen M Iqbal.

Iqbal mengatakan, eksekutor yang disuruh oleh HZ tersebut sudah melakukan pemetaan lapangan. Rencana tersebut akhirnya berhasil digagalkan. “Tersangka tersebut sudah beberapa kali mensurvei nomor tokoh tersebut diperintahkan memerintahkan eksekusi,” tutur Iqbal.

Tersangka pelaku kerusuhan yang telah dibekuk disebutkan memiliki rompi antipeluru. Iqbal juga menunjukkan rompi tersebut ke depan media. Rompi itu berwarna hitam dengan tulisan ‘POLISI’ berkelir putih. “Ini tersangka juga memiliki rompi antipeluru, rompi antipelurunya bertuliskan polisi,” kata Irjen M Iqbal.

(Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.