Jumat, 21 Juni 19

Sopir Ambulans Berlogo Partai Gerindra Akui Bawa Batu

Sopir Ambulans Berlogo Partai Gerindra Akui Bawa Batu
* Mobil ambulans milik Partai Gerindra yang diamankan polisi. (Foto: Liputan 6)

Jakarta, Obsessionnews.com – Polda Metro Jaya telah mengamankan ambulans berlogo Partai Gerindra beserta sopir dan empat penumpangnya. Ambulans itu diamankan saat terjadinya aksi kericuhan pada 22 Mei 2019. Dikabarnya ambulans itu memuat batu yang digunakan massa untuk melempari aparat.

Sempat simpang siur prihal kabar tersebut, sopir bernama Yayan mengaku dirinya diperintahkan ke Jakarta dari Tasikmalaya, Jawa Barat, untuk membawa batu.

 

Baca juga:

Ditantang Tolak Pileg, Gerindra Menciut

Gerindra Sebut Nasib Demokrat Bakal Jadi Gelandangan Seperti Aswatama

KPK Diminta Klarifikasi Isu Novel Baswedan di Gerindra

 

“Saya Yayan Supir dari Gerindra diperintahkan untuk ke kantor Pusat di Tjokroaminoto. Dari situ saya langsung ke Bawaslu, di situ setelah diperiksa oleh bapak polisi ditemukan batu dan tidak ada alat medis di kendaraan saya,” demikian pengakuan Yayan, di Polda Metro Jayaz, Jumat (24/5/2019).

Ambulans itu berangkat dari Tasikmalaya, pada Selasa, 21 Mei 2019 pukul 20.00 WIB. Mereka datang ke Jakarta dengan bekal perintah untuk mengantisipasi jika ada korban saat Aksi 22 Mei. Namun tak ada yang menyangka isi ambulans bukan alat medis tapi batu.

“Ada surat tugasnya ini. Ada perintah dari Ketua DPC Partai Gerindra Tasikmalaya (Nandang Suryana), ada juga perintah dari Jakarta untuk mengirimkan ambulans ke Jakarta untuk mendukung kalau ada korban di acara 22 Mei 2019,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

 

Baca juga:

Pelaku Kerusuhan Aksi 22 Mei Perhari Dibayar Rp300 Ribu

Pernyataan Resmi Kementerian Pariwisata Terkait Aksi Demo 22 Mei 2019 di Jakarta

FOTO: Aksi 21 Mei di Bawaslu

Demokrat Larang Kadernya Ikut Aksi 22 Mei di KPU

 

Mobil yang disopiri oleh Yayan itu ditumpangi oleh Sekretaris DPC Partai Gerindra Tasikmalaya berinisial I dan Wakil Sekretaris DPC Partai Gerindra Tasikmalaya berinisial O. Sebelum berangkat, mereka dibekali uang operasional Rp1,2 juta. Uang itu untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM) dan makan.

“Yang memberikan uang operasional itu adalah Ketua DPC Partai Gerindra Tasikmalaya (Nandang Suryana),” ujar Argo.

Setiba di Tjokroaminoto, Jakarta Pusat ambulans itu menumpangi dua orang. Mereka berinisial HS dan SGS. “Dua orang itu diketahui simpatisan berasal dari Riau,” ujar Argo.

Kemudian, beranjak ke depan gedung Bawaslu RI, Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat. Di lokasi itu, terjadi kerusuhan dengan lempar-lempar batu ke arah aparat kepolisian pada Rabu, 22 Mei 2019 pukul 04.00 WIB.

“Saksi melihat batu itu diambil dari mobil ambulans. Tim menyisir dan menemukan mobil itu lalu dibawa ke Polda Metro Jaya,” tutur Argo.

Para tersangka mengaku tak tahu asal batu tersebut. Saat ini, polisi masih mencari pemasok batu itu. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.