Rabu, 11 Desember 19

Situasi Papua Membaik, Panglima TNI Dapat Pujian

Situasi Papua Membaik, Panglima TNI Dapat Pujian
* Pengamat Intelijen, Pertahanan dan Keamanan, Ngasiman Djoyonegoro. (Foto: istimewa)

Jakarta, Obsessionnews.com – Strategi Panglima TNI Hadi Tjahjanto untuk berkantor di Papua hingga masa yang tidak ditentukan berbuah positif. Situasi di Papua berangsur pulih pasca kerusuhan beberapa waktu lalu. Meski masalah Papua ruhnya masuk dalam ranah penegakan hukum dan kamtibmas (baca Polri), namun tercapainya situasi kondusif di Papua tidak lepas dari peran Panglima TNI.

 

Baca juga:

Veronica Koman, Pengacara HAM yang Jadi Tersangka Provokasi Asrama Mahasiswa Papua

TNI-Polri Mampu Redam Kerusuhan di Papua

5 Solusi Rizal Ramli Atasi Persoalan Papua

 

Pengamat Intelijen, Pertahanan dan Keamanan Ngasiman Djoyonegoro mengapresiasi langkah Panglima TNI. Menurut dia, penyelesaian masalah di Papua tidak bisa hanya menggunakan pendekatan keamanan semata. Namun perlu kombinasi pendekatan pertahanan-kemanusiaan-kebudayaan. Hadirnya panglima di sana kata dia, sebagai bukti bahwa pemimpin tertinggi pertahanan Indonesia siap berdialog kapan pun dibutuhkan.

“Ini menunjukkan bahwa Panglima TNI saat ini sangat memahami situasi yang berkembang di lapangan dan berkomitmen kuat untuk mempertahankan NKRI,” ungkap Ngasiman di Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Ngasiman mengakui selama berkantor di Papua, Panglima TNI telah memperkecil polarisasi politik lokal dengan membangun dialog dengan para tokoh agama dan tokoh-tokoh adat di Papua.

“Situasi yang berangsur kondusif di Papua tidak terlepas dari persoalan kecemburuan sosial, faktor budaya dan representasi politik di tingkat lokal yang belum berjalan dengan baik. Kehadiran Panglima TNI menjadi bagian untuk mengurai persoalan-persoalan tersebut dengan dialog kemanusiaan dan gaya humanis yang menjadi ciri khasnya,” kata dia.

Strategi menjinakkan konflik ini persis dilakukan pada saat Pemilu 2019 lalu. Penggalangan komitmen dan dialog dengan para Ulama dan Habaib yang dilakukan secara konsisten, pada akhirnya mampu melokalisir kerusuhan pada 21-22 Mei di depan Bawaslu. Rencana kerusuhan Mei 98 jilid 2 pun gagal dilaksanakan.

“Meski Panglima TNI saat ini bukan dari latar belakang AD, kemampuannya untuk mengkonsolidasikan elemen pertahanan dan keamanan negara ini sudah cukup terbukti. Ia tahu betul bagaimana menanggulangi terorisme melalui sinergi antara operasi tempur dan  penegakkan hukum dengan membentuk Koopsus TNI. Suatu satuan strategis yang belum berhasil dieksekusi pendahulunya,” ujar Ngasiman.

Ngasiman mengungkapkan bahwa dengan penampilan Hadi yang tidak terlalu banyak bicara dan mengekspos dirinya kepada media justru menunjukkan jati dirinya sebagai seorang Prajurit Profesional – hal yang disampaikannya saat menjadi Irup HUT Kopassus: “Profesionalisme mu adalah Kesenyapan mu”.

Selain itu, lanjut Ngasiman capaian-capaian Panglima TNI saat ini menunjukkan kapasitas dan kapabilitas  yang sesuai dengan kebutuhan pemimpin tertinggi militer negeri ini. Kemampuan mengelola pertahanan dan kemanan di laut, darat dan udara telah dibuktikan. Tidak hanya menanggulangi ancaman dari luar, seperti perang, tetapi juga ancaman dari dalam, seperti sparatisme, rasisme dan politik identitas.

“Jadi sebenarnya sangat disayangkan apabila ada yg menilai Panglima TNI saat ini hanya berdasarkan satu kasus tanpa melihat serangkaian pencapaian lainnya. Apalagi mempersoalkan latar belakang kematraan yg dimilikinya, entah Darat, Laut maupun Udara, karena siapapun anggota TNI berhak dan dapat menjadi Panglima TNI. Marsekal Hadi Tjahjanto adalah sosok yang tepat, berkapasitas sesuai dengan kebutuhan saat ini,” tutup Ngasiman. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.