Selasa, 30 November 21

Sidak Gabungan, Harga Daging Sapi dan Ayam Alami Kenaikan Signifikan

Sidak Gabungan, Harga Daging Sapi dan Ayam Alami Kenaikan Signifikan

Semarang, Obsessionnews – Menjelang memasuki bulan Ramadhan, tim gabungan instansi Pemerintah Kota Semarang menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) di Pasar Bulu Semarang, Selasa (31/5/2016). Ditemukan sejumlah harga kebutuhan pokok melambung tinggi.

Kenaikan tertinggi terdapat pada daging sapi dan ayam. Harga daging mengalami lonjakan dari semula Rp80 ribu menjadi Rp105 ribu per kilogram. Sedangkan harga daging ayam potong naik dari Rp35 ribu menjadi Rp28 ribu per kilogram. Sidak digelar oleh Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, DInas Perindustrian dan Pedagangan, Dinas Ketahanan Pangan, BPOM dan Humas Pemkot Semarang.

Salah seorang pedagang daging sapi, Nur Hayati mengaku kenaikan sudah berlangsung lama sejak awal Januari. Menurutnya, kenaikan sudah berawal dari Rumah Potong Hewan yang memang naik. Hal itu menyebabkan dirinya harus menyesuaikan harga daging dengan harga pasar.

“Iya dari sananya memang sudah tinggi harganya, kalau turun nanti saya yang rugi. Biasanya harga sapi ini masih bisa naik lagi mendekati lebaran, bisa sampai Rp 125 per kilogram,” ucapnya.

Sementara Riantini, salah seorang pedagang ayam potong menjelaskan kenaikan harga daging sudah berjalan selama kurang lebih dua pekan. Namun, intensitas pembeli masih dikatakan normal seperti hari-hari biasa,

“Belum tahu ya bisa turun atau naik, karena kami mengambil dari peternakan daerah Boja. Jadi, tergantung kalau dari sananya naik atau turun kita ngikuti saja,” jelasnya.

Kepala Dinas Peternakan, WP. Rusdiana mengatakan tingginya harga daging disebabkan harga per bagian daging berbeda-beda. Contohnya bagian daging dihargai Rp 105 ribu perkilo. Sedangkan bagian tulang dengan daging Rp 95 ribu dan seterusnya.

“Kualitas daging menentukan harga masing-masing bagian. Jadi untuk bagian daging cukup sulit jika harus turun harga jadi Rp 80 ribu karena sudah diangka seratus ribu.

Terkait sidak, pihaknya menjelaskan kegiatan tersebut sudah seharusnya digencarkan agar harga sembako khususnya daging tidak melambung terlampau tinggi.

Kami kira pemantauan harga ini sangat efektif karena jika mereka tidak diawasi pasti akan selalu menaikan harganya. Harus kita cari penyebabnya jika terjadi kenaikan signifikan sehingga kenaikankan bisa diterima oleh masyarakat,” tandasnya. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.