Minggu, 9 Agustus 20

Setelah Didukung Golkar, Justru Elektabilitas Jokowi Turun Drastis

Setelah Didukung Golkar, Justru Elektabilitas Jokowi Turun Drastis

Oleh: Muchtar Effendi Harahap, Peneliti Senior Network for South East Asian Studies (NSEAS), dan alumnus Program Pascasarjana Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, tahun 1986

 

Golkar mempromosikan akan membuat elektabilitas Jokowi 65%. Promosi ini secara tak langsung meyakinkan rezim Jokowi, bahwa kontribusi Golkar adalah membuat elektabilitas Jokowi 65%. Sebagai jualan terhadap Jokowi yang sedang berkuasa, wajar saja meski fiksi.

Yang terjadi malah sebaliknya. Sebelum Golkar mendukung Jokowi capres Pilpres 2019, elektabilitas Jokowi di atas 50%. Tetapi, setelah didukung Golkar, bahkan tambah Hanura, Nasdem dan PPP, angka elektabilitas justru menurun drastis, jauh di bawah 50%. Hasil survei Litbang Kompas pada April 2017 elektabilitas Jokowi hanya 41,6%. Sedangkan menurut survei SMRC elektabilitas Jokowi pada Juni 2017 adalah 34%.

Padahal kalau mau menang, sebagai capres petahana pada Pilpres 2019, Jokowi harus memiliki tingkat elektabilitas di atas 60%. Lalu, angka 65% diklaim Golkar rasional tapi masih fiksi.

Bisa disimpulkan sementara, justru dukungan Golkar membuat merosotnya elektabilitas Jokowi. Mengapa? Silakan jawab sendiri!??

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.