Kamis, 20 Juni 24

Ruki Sebut Samad dan BW Tidak Benar

Ruki Sebut Samad dan BW Tidak Benar

Jakarta, Obsessionnews – Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru ditunjuk sebagai pelaksana tugas oleh presiden Jokowi tengah berupaya untuk membangun komunikasi yang baik dengan Kepolisian dan Kejaksaan.

Salah satu penyebab keretakan hubungan KPK dengan dua lembaga penegak hukum itu karena dua pimpinan KPK lama, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto dinilai tidak mampu membangun sinergintas yang baik.

“Untuk itu KPK, Polri, dan Kejaksaan melakukan konsolidasi ke dalam, sinergi, dan koordinasi serta saling membantu,” ujar Plt Ketua KPK Taufiequrachman Ruki, Jakarta, Rabu (25/2/2015).

Ruki mengatakan ketika KPK dibawah kepemimpinan Abraham Samad upaya pemberantasan korupsi belum maksimal. Alasannya karena Samad dan juga Bambang tidak benar dalam menerapkan metode dan pola penindakan.

“Kan, pimpinan KPK lama yang tidak benar, yang baru kan belum kerja,” tandasnya.

Ruki bersama Jaksa Agung HM Prasetyo dan Wakapolri Komjen Badrodin Haiti telah menghadap presiden Jokowi di Istana Negara Jakarta. Dalam pertemuan itu presiden berpesan pentingnya melepaskan ego sektoral diantara sesama.

Menurut Ruki, presiden ingin baik KPK, Kejaksaan dan polri bisa membangun kepercayaan publik melalui peningkatan kinerja pemberantasan korupsi di masing-masing instansi.

“Caranya bagaimana nanti itu dibahas teknis oleh masing-masing instansi,” lanjut purnawirawan polisi itu. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.