Minggu, 17 Oktober 21

RSGMP Unsoed yang Pertama di Indonesia Raih Akreditasi KARS

RSGMP Unsoed yang Pertama di Indonesia Raih Akreditasi KARS
* Tahap Peniliaian Akreditasi dari KARS

Purwokerto – Direktur RSGMP Unsoed (Universitas Jenderal Soedirman) Purwokerto Jawa Tengah, drg. Arwita Mulyawati MH.Kes memaparkan, jumlah Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) di Indonesia ada 34. Dari 34 RSGM di Indonesia, 30 di antaranya adalah Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan (RSGMP) yang didirikan karena adanya Pendidikan Dokter Gigi.

Kalau yang 4 (empat) lagi RSGM memang bukan untuk pendidikan yaitu milik TNIAU, TNIAL, Pemprov. Jabar, dan Pemprov. Kalimantan Selatan. Dari ke 4 RSGM non pendidikan, yang terakreditasi paripurna baru milik TNI-AU.

“Dari 30 RSGMP di Indonesia, baru 1 (satu) yang Terakreditasi Paripurna (lima bintang) yaitu RSGMP milik Universitas Jenderal Soedirman. Jadi RSGMP yang 29 itu belum ada yang maju akreditasi. Oleh karena itu RSGMP Unsoed adalah RSGMP pertama di Indonesia yang berhasil meraih tingkat paripurna (lima bintang) se-Indonesia,” jelas Arwita Mulyawati, kemarin.

Rektor UNSOED Dr.Ir.Achmad Iqbal,M.Si., drg.Arwita Mulyawati,MH.Kes, dan Tim Akreditasi KARS

Menurutnya, selama kurang lebih sudah empat tahun berdiri, Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan (RSGMP) Unsoed pantas berbangga hati. Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) telah merilis hasil akreditasi versi 2012 RSGMP UNSOED, Jumat (13/10) dinyatakan terakreditasi tingkat paripurna (lima bintang). Dari 30 RSGMP di Indonesia, RSGMP UNSOED merupakan satu – satunya yang terakreditasi dan berhasil meraih tingkat paripurna (lima bintang) se-Indonesia. Akreditasi paripurna sendiri merupakan bentuk pengakuan yang diberikan oleh pemerintah kepada manajemen rumah sakit, karena telah memenuhi standar yang ditetapkan.

Akreditasi versi 2012 yang dilaksanakan oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) berlangsung selama 3 (tiga) hari pada tanggal 12 – 14 September 2017 ini berhasil melewati tiga tahap indikator penilaian yaitu, area manajemen, area klinis, dan keselamatan pasien. Pada hari pertama dilakukan presentasi oleh Direktur RSGMP UNSOED kepada Tim Akreditasi dari Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) sebanyak tiga orang, kemudian dilanjutkan pada hari kedua adalah menelusuri setiap area RSGMP Unsoed untuk membuktikan hasil laporan yang ada di dokumen dengan kondisi di lapangan. Pada hari ketiga adalah wawancara dengan pimpinan universitas terkait kontribusi dan komitmen pimpinan terhadap RSGMP UNSOED.

Arwita Mulyawati mengungkapkan rasa syukur dan bangga bahwa seluruh komponen RSGMP UNSOED bisa bekerja sama sebagai insan rumah sakit dan menganggap akreditasi ini penting. “Karena akreditasi itu sangat berkaitan dengan kelangsungan RSGMP Unsoed ke depannya. Di dalam akreditasi tertanam sistem yang harus kita penuhi dan kita lewati,” jelas Direktur RSGMP UNSOED.

Ia pun menyampaikan harapannya pada tahun berikutnya RSGMP UNSOED akan menerapkan standar yang lebih ketat. “Kita masih harus terus belajar dan mempertahankan yang sudah ada, tiga tahun lagi kita sudah dengan standar yang berbeda yakni menerapkan standar – standar internasional,” tandasnya.

Purwokerto, 14 Oktober 2017

Ir.Alief Einstein,M.Hum
Koordinator Sistem Informasi Unsoed

 

Tahap Peniliaian Akreditasi dari KARS

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.