Sepanjang 2019 - 2020 Tidak Ada Proyek SBSN yang Mangkrak

Sepanjang 2019 - 2020 Tidak Ada Proyek SBSN yang Mangkrak

Jakarta, obsessionnews.com - Tata kelola proyek Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama (Kemenag) mengalami peningkatan kualitas. Sepanjang 2019 - 2020 semua proyek selesai tepat waktu, tidak ada yang mengalami Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP) alias mangkrak.

Baca juga:

Asrama SBSN MTsN Batu Lahirkan Para Juara Riset Internasional

Animo Masyarakat Sekolahkan Anak-anaknya di MTsN 1 Pati Sangat Tinggi

Hal ini mendapat apresiasi dari Kepala Biro Perencanaan Kemenag Ali Rohmat.

"Bagi saya sangat menggembirakan karena hal ini menunjukan bahwa kinerja dan tata kelola proyek SBSN pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) mengalami peningkatan signifikan,” kata Ali dalam rapat virtual membahas Indikasi dan Usulan Proyek SBSN tahun anggaran 2022 Biro Perencanaan, Jumat (8/1/2021).

Dikutip obsessionnews.com dari situs Kemenag, Sabtu (9/1), dalam kesempatan itu alumni IAIN Walisongo ini meminta kepada jajaran unit eselon I yang diberikan mandat SBSN untuk terus berbenah dan menjadikan SBSN sebagai cara meningkatkan kualitas layanan pendidikan agama dan keagamaan, termasuk juga layanan pada Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Halaman selanjutnya

Sementara itu Direktur Diktis Kemenag Suyitno mengatakan, ikhtiar memperluas akses dan meningkatkan mutu Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) terus-menerus dilakukan. Salah satunya pemenuhan sarana dan prasarana melalui pembiayaan SBSN.

Suyitno menerangkan, melalui SBSN tahun anggaran 2015-2020 telah terbangun 211 gedung sarana dan prasarana PTKI dengan total anggaran Rp5,893 triliun. Sebanyak Rp1,405 triliun di antaranya untuk SBSN 6in1.  Total anggaran SBSN 6in1 (2019-2022) mencapai Rp3.32 triliun, untuk membangun 40 gedung sarpras.

Anggaran SBSN 2020 dilakukan dengan dua skema. Pertama, SBSN 6in1 dengan total anggaran Rp1,380 miliar dimandatkan kepada UIN Antasari Banjarmasin, UIN Imam Bonjol Padang, UIN Raden Intan Lampung, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi dan UIN Sunan Ampel Surabaya. Kedua, SBSN Reguler dengan anggaran Rp95,4 miliar pada IAIN Palu dan IAIN Pekalongan.

Halaman selanjutnya

Guru Besar UIN Palembang ini menuturkan, untuk tahun anggaran 2021 SBSN Regular diberikan kepada lima PTKIN, yaitu IAIN Pekalongan, IAIN Palu, IAIN Ambon, IAIN Kerinci dan STAIN Kepri dengan total anggaran Rp220 miliar.

“Kita bangga 57 dari 58 PTKIN telah mendapatkan manfaat SBSN untuk meningkatkan akses dan mutu PTKI,” ucapnya.

Hanya UIN Mataram yang belum pernah mendapat SBSN. Namun, kampus ini tengah mengerjakan projek pembangunan 4in1 dari dana bantuan IDB.

Direktorat Diktis bersama Biro Perencanaan akan menggelar seleksi proposal SBSN tahun 2022 untuk menilai kelayakan PTKIN mendapatkan manfaat SBSN guna membangun sarana dan prasarana pendidikan. Tidak kurang dari 48 Rektor/Ketua PTKIN ikut ambil bagian turun langsung mempresentasikan proposal SBSN bersama tim.

“Luar biasa respons dan antusiasme para Rektor/Ketua PTKIN mengikuti presentasi proposal SBSN untuk TA. 2022 dan ini menggembirakan bagi kita Kementerian Agama,” kata Kabag Datas Perencanaan dan Kerjasama Dalam Negeri Biro Perencanaan Kemenag Ida Nur Qosim. (arh)