Ingrid Kansil Raih Obsession Awards 2020 Kategori Best Women Empowerment

Ingrid Kansil Raih Obsession Awards 2020 Kategori Best Women Empowerment
Jakarta, Obsessionnews.com - Obsession Media Group (OMG) akan menggelar Obsession Awards 2020 secara virtual pada 3 Desember 2020 pukul 15.00 – 18.00 WIB. Dalam acara Obsession Awards 2020 Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin akan menjadi keynote speaker.  

Baca juga:

Dirut Pertamina: “Obsession Awards”Picu Semangat untuk Berbuat Lebih Baik bagi Rakyat

Road Show Penyerahan Obsession Awards 2020

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo Raih Penghargaan Best Institution Leader

Obsession Awards 2020 Digelar Secara Virtual

Penganugerahan Obsession Awards 2020 merupakan bagian dari rangkaian HUT ke-16 OMG. OMG adalah penerbit Majalah Men's Obsession, Majalah Women's Obsession, situs berita Obsession News, dan situs Muslim Obsession. Panitia melakukan road show penyerahan trofi dan piagam penghargaan Obsession Awards 2020 kepada sejumlah tokoh. Salah seorang di antaranya adalah Ingrid Kansil. Ketua Umum Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) ini meraih penghargaan kategori Best Women’s Empowerment.   Ingrid mendapat trofi dan piagam penghargaan dari Direktur Utama Obsession Media Group (OMG) Daisy Astrilita di Bukit Sentul Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 28 November 2020. Setelah menyelesaikan tugasnya sebagai anggota DPR, Ingrid mendirikan IPEMI. Salah satu tujuan komunitas ini adalah dapat menjadi wadah bagi para muslimah untuk berkontribusi membangun perekonomian nasional, termasuk menjadi motor penggerak peningkatan skala entrepreneur Indonesia yang masih jauh dari standarisasi minimum. Halaman selanjutnya Menjabat sebagai Ketua Umum IPEMI, Ingrid mengaku bangga dengan para perempuan muslimah yang saat ini berani terjun ke dunia usaha. Saat ini IPEMI berhasil menjadi wadah bagi pengusaha muslimah di seluruh Indonesia. Bahkan dalam waktu empat tahun terakhir anggotanya telah menyebar di 10 negara di dunia. Sungguh sebuah pencapaian yang luar biasa di bawah kepemimpinannya. “Alhamdulillah, saya sangat bahagia dan bangga atas pencapaian para perempuan Indonesia, khususnya dalam kontribusi mereka terhadap pembangunan ekonomi nasional sebagai pengusaha," tutur Ingrid seperti dikutip obsessionnews.com dari Majalah Women's Obsession. Ia menerangkan hal ini menjadi spirit bagi IPEMI untuk terus berjuang dan berikhtiar. Meskipun jumlah pengusaha perempuan saat ini hanya mencapai 3,1% yang jumlahnya tidak lebih dari 8,6 juta pengusaha dari jumlah 269 juta jiwa penduduk di Indonesia. Namun IPEMI optimis akan terus ada peningkatan jumlah serta skala entrepreneur nasional hingga mencapai target minimal 4%,” ujarnya. Halaman selanjutnya Memimpin komunitas yang memiliki anggota tidak hanya di Tanah Air, tapi juga berskala internasional tentu membutuhkan pengetahuan yang mumpuni. Salah satu yang diaplikasikan adalah pengalamannya selama ditempatkan di wilayah kerja yang meliputi bidang agama, sosial, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak, serta kebencanaan saat menduduki kursi DPR. Pengalaman dan pengetahuan yang didapat selama menjadi legislator dijadikan modal dalam membuat rumusan program- program kerja IPEMI. “Alhamdulillah, anggota IPEMI mayoritasnya merupakan Pengusaha UMKM yang secara konsep mendukung model ekonomi umat. Kegiatan IPEMI secara menyeluruh hadir dari tingkatan kelurahan hingga provinsi. Kami juga terus berinovasi dengan berbagai kreativitas karya anggotanya. Mulai dari salon muslimah, hingga Galeri IPEMI yang dibuka di beberapa kota besar di Indonesia. Hal tersebut menjadi bentuk upaya kami dalam memfasilitasi pemasaran produk UMKM para anggota agar masyarakat mudah untuk mendapatkannya,” ujarnya. Halaman selanjutnya Kegiatan Ingrid yang lainnya adalah mengelola Yayasan Sembilan November yang menaungi pendidikan anak usia dini (PAUD) bersama TK Bintang Biru. Yayasan ini memiliki tujuan mulia, yakni agar anak-anak di sekitar lokasi bisa mendapatkan akses pendidikan secara cuma-cuma dengan kualitas baik. Selain mengelola yayasan tersebut, Ingrid juga mendirikan sebuah pesantren di Cianjur, Jawa Barat. Pesantren tersebut dibangun agar anak-anak di sana bisa mendapat akses pendidikan secara gratis. Dengan membuat pesantren tersebut dia berharap anak-anak mendapat pendidikan agama sebagai landasan karakter dan kepribadian baik. Sebab dia percaya pada usia dini, menanamkan nilai baik merupakan sesuatu yang harus dilakukan untuk membentuk generasi penerus yang mumpuni. “Pesantren yang saya kelola dihuni oleh anak yatim dan anak dari keluarga tidak mampu, sehingga mereka juga masih dapat merasakan fasilitas pendidikan agama secara cuma-cuma. Juga untuk menjadi pribadi yang akhlakul kharimah, sehingga kemudian hari dapat berkontribusi positif kepada bangsa dan negara. Hal tersebut dimulai dari mendapatkan akses pendidikan yang layak,” ujarnya. (Women's Obsession/Indah/arh)