Mensos Berharap Ulama Berperan sebagai Perekat dan Pengayom Masyarakat

Mensos Berharap Ulama Berperan sebagai Perekat dan Pengayom Masyarakat
Simalungun, Obsessionnews.com - Menteri Sosial (Mensos) Juliari P. Batubara melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (12/11/2020). Di tanah para leluhurnya tersebut Mensos menyaksikan pencairan bantuan sosial (bansos). Selain itu menyapa para ulama dan tokoh agama.   Baca juga:Mensos Borong Kain Batik Ciprat Buatan Penyandang Disabilitas TemanggungDPR Setujui Anggaran Kemensos Tahun 2021 Sebesar Rp 92,8 TriliunGandeng Bulog, Kemensos Luncurkan Bantuan Sosial Beras   Dikutip obsessionnews.com dari situs kemsos.go.id, dalam kesempatan itu Juliari menyerahkan bansos kepada belasan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) yang menaungi aktivitas sosial, keagamaan (termasuk pesantren), keagamaan dan pendidikan. Kemudian untuk Perkumpulan Majelis Taklim Indonesia Sumatera Utara  di Medan mendapatkan bantuan Rp300 juta sementara sisanya masing-masing Rp50 juta. Sehingga total bantuan yang disalurkan senilai Rp1,3 miliar. Halaman selanjutnya Di hadapan para ulama dan pemuka agama Juliari mengungkapkan harapannya agar mereka berperan sebagai perekat dan pengayom masyarakat. "Para ulama dan tokoh agama berperan penting menjaga umat untuk tetap hidup saling menghormati dan hidup rukun. Agama mana pun mengajarkan kedamaian dan persaudaraan," kata Juliari dalam sambutannya di kantor Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bandar Jaya untuk menyalurkan bansos sembako di Simalungun. Menurutnya, kerukunan umat beragama tidak bisa hanya mengharapkan kepada pimpinan formal seperti bupati, wali kota, camat, kapolres,  komandan kodim,  dan seterusnya. Namun harus tumbuh dengan prakarsa dari masyarakat. "Masyarakat melalui para ulama dan pemuka agama perlu terus memupuk persaudaraan di antara umat beragama. Karena kita sejatinya memang saudara. Kita lahir, tumbuh dan meninggal di Indonesia. Mau di mana lagi?" ujarnya. Halaman selanjutnya Dia gembira dengan kesaksian Tuan Guru Dr.  H. Ahmad  Sakban Rajaguguk, salah satu ulama yang hadir saat itu.Tuan Guru menyatakan, Pondok Pesantren Persulukan Serambi Babusalam yang ia asuh diapit oleh dua gereja. Selama itu pula dua umat beragama ini hidup rukun. "Ini tentu sangat menggembirakan.  Saling menghormati tentu saja. Tapi untuk bisa hidup rukun. Ini perlu diperkuat oleh masyarakat, " kata Juliari. Kalau antarumat beragama sudah terjalin kerukunan, lanjutnya, maka ini menjadi pondasi bagi kehidupan masyarakat lebih luas. "Jadi saya titip kepada para ulama, pemuka agama dan tokoh masyarakat untuk menjaga kerukunan," tuturnya. Secara simbolik Juliari menyerahkan bantuan berupa sembako, peralatan pendukung kegiatan belajar dan alat perlengkapan kesehatan. Halaman selanjutnya Sementara itu di Kota Medan, Juliari dan rombongan mengunjungi Balai Rehabilitasi Sosial ODH Medan (BRSODH) "Bahagia". Dia berkeliling meninjau berbagai fasilitas yang dimiliki Balai, didampingi Dirjen Rehabilitasi Sosial Harry Hikmat. Beberapa bagian dari balai tampak dalam kondisinya memprihatinkan dan memerlukan perbaikan. Harry Hikmat menyatakan, Mensos mendukung penuh perbaikan sarana dan prasarana di Balai Bahagia. "Bapak Mensos berkomitmen kuat sebagai buktinya beliau sudah menganggarkan Rp6,4 miliar pada tahun 2021 untuk meningkatkan pelayanan di balai," katanya. Anggaran tersebut rencananya dipergunakan untuk sejumlah kebutuhan yakni pembangunan sarana pelatihan vokasional, pelatihan kewirausahaan, perbaikan asrama, dan sarana terapi,  psikologi maupun terapi penghidupan," tandasnya. (arh)