Kemenparekraf Hidupkan Kembali Musik Tradisional Lewat Program Akselerasi Digital

Jakarta, Obsessionnews.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menginisiasi program akselerasi digital untuk menghidupkan kembali musik tradisional. Plt. Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf Josua Puji Mulia Simanjuntak mengatakan, di masa pandemi covid-19 sekarang ini musik tradisi atau tradisional sangat jarang diminati masyarakat khususnya anak-anak muda, karena dianggap kuno dan tidak modern. Menurut dia, musik tradisional merupakan identitas bangsa yang harus dikembangkan dan dilestarikan. Jangan sampai tidak ada regenerasi. “Untuk itu, Kemenparekraf menginisiasi program akselerasi digital untuk menciptakan inovasi dan menghidupkan kembali musik tradisi agar ciri khas dari suatu daerah tidak hilang,” ujar Josua dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/8/2020). Baca juga: Pulihkan Ekonomi Nasional Kemenparekraf Dorong Pelaku Parekraf Manfaatkan Dana Talangan Josua menjelaskan, salah satu tujuan dari akselerasi digital musik tradisi ialah mendorong pelaku ekonomi kreatif untuk bertransformasi dari offline ke online dengan memanfaatkan teknologi, namun tetap memperhatikan dasar-dasar atau ciri khas dari musik tradisional. Hal ini dilakukan untuk memperluas pasar musik tradisional. “Kita digitalisasikan musik tradisi agar dunia mengetahui kualitas musik tradisi Indonesia yang pantas diperhitungkan,” katanya. Selain itu, Kemenparekraf juga memberikan perhatian penuh untuk menyejahterakan musisi tradisi dengan melakukan berbagai pendampingan sebagai upaya meningkatkan kompetensi pelaku ekonomi kreatif agar memiliki semangat enterpreneurship. Baca juga: Kemenparekraf Ajak Talenta Digital Kreatif Ikuti BDD 2020 “Hal ini perlu dilakukan agar para pelaku ekraf mengetahui ilmu dasar untuk menjual produknya dalam hal ini karya musik, supaya bisa dipasarkan. Mulai dari produksi hingga ke distribusi,” kata Josua. Sementara itu, Etnomusikolog Amin Abdullah mengatakan jurus yang harus dipunyai musisi untuk bertahan dari gempuran zaman ialah melakukan transformasi digital dan memiliki jiwa entrepreneurship. Musik tradisi dalam kacamata ekonomi kreatif dinilai sebagai investasi yang harus dipertahankan eksistensinya. “Seperti lagu Lathi yang memberikan kejutan luar biasa. Positioning dan inovasi yang menarik untuk memberikan kreasi kekinian tanpa meninggalkan ciri khas musik tradisional dengan memanfaatkan transformasi digital dari mulai produksi hingga ke penjualan,” ujar Amin. Baca juga: Kemenparekraf Ajak Pelaku UMKM Manfaatkan Teknologi Digital Amin juga mengatakan musik tradisi akan bertahan dari gempuran zaman jika masyarakat Indonesia memperlakukannya sebagai best on the past, you do it on the present, to deal with the future. Musisi Dewa Budjana ikut menambahkan, penting sekali seorang musisi untuk melibatkan musik tradisi demi memperindah harmonisasi dalam sebuah karya musik. “Saya berharap pemerintah terus memberikan perhatian dan ruang untuk bisa mengembangkan musik tradisi ke kancah internasional,” kata Dewa. (Poy)




























