Muchdi PR Diharapkan Dapat Tingkatkan Perolehan Suara Partai Berkarya pada Pemilu 2024

Jakarta, Obsessionnews.com – Partai Berkarya yang dipimpin Hutomo Mandala Putra, atau yang populer dengan nama Tommy Soeharto, ikut berkompetisi pada Pemilu 2019. Putra Presiden kedua RI Soeharto itu bersama para kadernya berjuang ekstra keras untuk meraih kemenangan. Namun, dewi fortuna tidak berpihak pada partai baru ini. Partai Berkarya gagal mengantarkan kader-kadernya melenggang ke Senayan, julukan populer Gedung DPR/MPR yang berlokasi di Senayan, Jakarta. Baca juga:FOTO HUT Partai BerkaryaPindah ke Partai Berkarya, Titiek Lepas Jabatan Sebagai Anggota DPRTitiek Soeharto Gabung ke Partai Berkarya, Kekuatan BaruIni Pesan Habib Rizieq pada Tommy SoehartoTommy Soeharto Resmi Pimpin Partai Berkarya Nama besar Tommy Soeharto ternyata tidak mampu membawa Partai Berkarya berjaya pada Pemilu 2019. Pasca Pemilu 2019 terjadi perpecahan di tubuh Partai Berkarya. Presidium Penyelamat Partai Berkarya (P3B) melaksanakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) secara langsung dan virtual pada Sabtu (11/7/2020) . Hasilnya Mayor Jenderal TNI (Purn) Muchdi Puwoprandono (Muchdi PR) terpilih sebagai Ketua Umum Partai Berkarya periode 2020-2025, menggantikan Tommy Soeharto. Sebelumnya Muchdi adalah anggota Majelis Tinggi Partai Berkarya. "Telah terpilih dalam munaslub ini bapak Mayjen Muchdi PR purnawirawan angkatan darat sebagai ketua umum Partai Berkarya periode 2020-2025," kata Ketua Steering Committee (SC) Munaslub Badarudin Andi Picunang dalam konferensi pers secara daring, Sabtu (11/7). Halaman selanjutnya Dalam Munaslub tersebut forum juga menunjuk Badaruddin Andi Picunang sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Berkarya untuk lima tahun ke depan. Tim formatur juga telah dibentuk untuk menyusun kepengurusan dalam waktu 1x24 jam dan segera dinotariskan bersamaan dengan keputusan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART). "Segera kami melaporkan kepada pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM untuk mendapatkan pengesahan dan pengakuan," ujarnya. Dalam munaslub tersebut juga telah dilakukan perubahan AD/ART. Salah satunya terkait nama partai. "Beberapa kebijakan-kebijakan dalam munaslub ini ada beberapa hal anggaran dasar anggaran rumah tangga kami diubah mulai dari nama partai, dari Partai Berkarya kembali menjadi Beringin Karya yang tetap disingkat Berkarya, dan didirikan sesuai dengan fakta sejarah 5 Mei 2016." ungkapnya. Munaslub juga menyetujui perubahan warna dasar bendera partai yang tadinya kuning menjadi putih. Badaruddin menambahkan, dalam Munaslub kali ini juga ditetapkan beberapa program jangka pendek, menengah, dan panjang, serta beberapa rekomendasi. "Adalah segera menerbitkan pedoman organisasi dan petunjuk pelaksanaan beberapa kegiatan tahapan politik utamanya di tahun ini ada tahapan politik pilkada 2020 untuk memastikan tata cara pengambilan keputusan di partai untuk kebijakan-kebijakan tersebut. Termasuk kebijakan lain tentang pergantian kepengurusan, pergantian antarwaktu anggota dewan dan sebagainya," kata Badaruddin. Selain itu, lanjutnya, Munaslub juga menggarisbawahi dua hal. Pertama, mengakui hasil Pemilu 2019, baik legislatif maupun eksekutif secara demokratis dan siap mengkritisi kebijakan yang dianggap keliru dalam pelaksanaanya. Munaslub merekomendasikan agar Presiden kedua RI Soeharto segera mendapatkan gelar pahlawan nasional. "Untuk mendapatkan pengakuan dari negara sebagai salah satu putra Republik ini dalam menjalankan pemerintahan di masanya atas jasa jasanya membangun Indonesia dengan konsep dan wacana trilogi pembangunan, masalah keamanan terjamin, ekonomi yang berjalan dan pembangunan merata di segala bidang," jelasnya. Muchdi adalah mantan Danjen Kopassus. Ia bergabung dengan Partai Berkarya pada Maret 2018, setahun sebelum Pemilu 2019. Terpilihnya Muchdi sebagai Ketua Umum Partai Berkarya diharapkan dapat meningkatkan perolehan suara partai ini pada Pemilu 2024 mendatang. (arh)





























