Korban Covid-19 di Kota New York Melonjak, 10.367 Meninggal

Jumlah kematian di Kota New York akibat wabah virus Corona (Covid-19) tiba-tiba melonjak menjadi 10.367 orang dengan tambahan 3.778 jiwa. Angka itu ditambahkan Departemen Kesehatan Kota New York setelah menghitung orang-orang yang meninggal dunia tanpa menjalani tes Covid-19, namun diduga terjangkit virus corona. Jumlah tersebut menciptakan lonjakan kematian sebanyak 60%. Dalam konteks tingkat kematian per kapita, Kota New York kini melampaui Italia—yang mencatat jumlah kematian tertinggi akibat Covid=19 di Eropa. "Di balik setiap kematian, ada teman, anggota keluarga, orang tercinta. Kami kini fokus memastikan bahwa setiap warga New York yang meninggal akibat Covid-19 dihitung," ujar Komisioner Kesehatan Kota New York, Dr Oxiris Barbot. Gubernur Negara Bagian New York, Andrew Cuomo, mengatakan bahwa Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) telah mengubah panduan mengenai pencatatan kematian virus corona."Mereka ingin angka kematian, dan kategori lain yaitu kemungkinan kematian," kata Cuomo seperti dilansir BBC News Indonesia, kamis (16/4/2020). Penghitungan ini, menurutnya, akan ditangani dinas kesehatan setempat atau dokter forensik. Dia menambahkan, orang-orang yang meninggal dunia di luar rumah sakit atau panti jompo mungkin luput dari penghitungan sebelumnya. https://youtu.be/Opr6pVdANHY Mark Levine, selaku Kepala Dewan Kesehatan Kota New York, berpendapat bahwa meskipun jumlah kematian telah disesuaikan, angka itu amat mungkin di bawah angka kematian sebenarnya. "Ada tambahan 3.017 kematian di atas taraf normal bulan lalu, tidak diketahui kaitannya dengan covid," sebutnya di Twitter. "Hanya ada satu penjelasan atas peningkatan ini: korban langsung dan tidak langsung dari pandemi," lanjutnya. Sementara itu di Amerika Serikat (AS) mencatat hampir 635.000 kasus positif Covid-19 dengan lebih dari 28.000 orang meninggal dunia. Menurut Presiden AS Donald Trump, sebanyak 3,3 juta tes Covid-19 telah dilakukan dan tes antibodi akan tersedia dalam waktu dekat. Perkembangan tersebut, katanya, menempatkan AS dalam posisi yang kuat untuk memfinalisasi panduan pembukaan kembali negara-negara bagian. (*/BBC) https://youtu.be/nnm4zinmgiU




























