Wagub DKI Terpilih Tidak Boleh Bawa Agenda Sendiri

Jakarta, Obsessionnews.com – Sandiaga Uno mundur dari kursi Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, karena maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto pada Pilpres 2019. Pasca mundurnya Sandiaga kursi Wagub DKI masih kosong hingga saat ini. Baca juga:Kasasi Prabowo-Sandiaga Kembali Kandas di Tangan MAPertimbangan Prabowo Dukung Gibran di Pilkada SoloAnies Baswedan Tetapkan UMP Jakarta 2019 Sebesar Rp3,9 juta Setelah sempat terkatung-katung, proses pemilihan Wagub DKI memasuki babak baru. Tidak lama lagi seluruh anggota DPRD DKI akan memilih siapa di antara dua orang kandidat, yaitu Nurmansjah Lubis (Partai Keadilan Sejahtera) dan Ahmad Riza Patria (Partai Gerindra) mendampingi Gubernur Anies Baswedan menjalankan visi misi kampanye dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI Jakarta 2018-2022. Anggota DPD RI atau Senator DKI Jakarta Fahira Idris berharap proses pemilihan Wagub di DPRD berjalan lancar dan demokratis, serta menghasilkan wagub yang berintegritas dan mampu menyelami visi misi gubernur dan memahami arah pembangunan Jakarta sebagaimana yang tercantum dalam RPJMD. Siapa pun yang terlebih diharapkan mampu langsung bekerja membantu kerja Anies merealisasikan visi misi saat kampanye, dan mengimplementasikan program-program pembangunan yang telah ditetapkan dalam RPJMD DKI 2018-2022. "Karena pemerintahan Gubernur Anies sudah berjalan dua tahun lebih, maka hemat saya tidak ada lagi waktu bagi wagub terpilih untuk belajar, tetapi harus langsung bekerja. Visi misi dan program pembangunan sudah ada dan tertata. Sistem dan pola kerja sudah terbangun. Tinggal bagaimana wagub terpilih menyamakan ritme pekerjaan dan menjalankan arahan-arahan gubernur," ujar Fahira Idris dalam keterangan tertulis yang diterima obsessionnews.com, Senin (24/2/2020). Halaman selanjutnya Fahira mengungkapkan, wagub terpilih tidak boleh membawa agenda dan program pembangunan sendiri, karena semua program pembangunan di DKI Jakarta berlandasakan Visi Misi Kampanye Anies-Sandi pada Pilkada 2017 yang kini sudah dijabarkan dalam RPJMD. Untuk itu, lanjutnya, yang paling penting dilakukan wagub terpilih nanti adalah menyelami filosofis pembangunan Jakarta. Filosofi dan aspek utama dari semua program pembangunan di Jakarta, adalah berpihak kepada mereka selama ini lemah dan dilemahkan dan memperkuat mereka yang terpinggirkan. Selain itu tambahnya, pola pembangunan di Jakarta saat ini adalah menjadikan warga sebagai kreator. Jika pemimpin sebelumnya, masih menempatkan dirinya sebagai administrator dan warga sebagai penghuni atau Pemerintah Provinsi (Pemprov) dijadikan sebagai penyedia jasa dan warga sebagai konsumen, tetapi kini paradigma tersebut sudah berganti. Pemprov DKI sudah berubah menjadi kolaborator, sedangkan warga sebagai kreator. Warga yang dulu dianggap bagian dari masalah, dan hanya sebagai penonton, kini sudah menjadi bagian dari solusi. Halaman selanjutnya "Jadi kehadiran wagub diharap menjadi penguat kinerja yang selama ini sudah cukup baik dan berada di jalur yang tepat. Selama mampu menyelami bahwa tujuan dari hadirnya pemerintahan di Jakarta saat ini adalah berpihak kepada mereka selama ini lemah dan dilemahkan dan memperkuat mereka yang terpinggirkan, saya yakin kehadiran wagub baru mampu memperkuat dan mempercepat kinerja-kinerja yang sudah diraih selama ini," tandas Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR RI ini. Sebagai informasi setelah lebih dari 1,8 tahun kursi Wagub DKI kosong, akhirnya DPRD DKI memastikan proses pemilihan wagub akan segera berlangsung. Jika tidak ada aral melintang pada Maret 2020 warga DKI akan memiliki wagub baru menggantikan posisi Sandiaga Uno. (arh)





























