Respons Sri Sultan Soal Kemunculan Kerajaan Baru

Jakarta, Obsessionnews.com - Munculnya Keraton Agung Sejagat di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, telah membuat geger banyak orang. Sebab bukan hanya Keraton Agung Sejagat, usai kasus kerajaan palsu ini kini publik juga diramaikan dengan munculnya kerajaan-kerajaan baru di Indonesia. Baca juga: Turunkan Intelijen, Polisi Selidiki Seluk Beluk Keraton Agung Sejagat Lantas bagaimana respons Gubernur DIY yang juga Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan HB X? Ia menilai masyarakat sekarang gampang percaya dengan rayuan orang yang belum kenal dengan segala iming-iming. Termasuk soal kerajaan baru yang aslinya menipu. “Masyarakat kita ini terlalu percaya pada orang lain, durung kenal we dipercoyo. Ra kenal we medayoh. Ngobrol esuk tekan sore, arep nembung nginep we oleh, mangga. Masyarakat kita terbuka seperti itu kan mudah kena. Tapi tak bisa mengubah seperti itu. Kita itu biasa terbuka, ora iso nolak,” ungkap Sultan di Kantor Gubernur, Yogyakarta, Selasa (21/1/2020). Sultan berharap masyarakat lebih waspada dengan iming-iming serupa yang begitu menggoda namun hanya menjadi modus penipuan semata layaknya yang dilakukan Keraton Agung Sejagat di Desa Pogung Jurutengah Purworejo. Keraton atau kerajaan hanya menjadi tameng untuk menguntungkan pribadi. “Harapan saya, masyarakat hati-hatilah, nyetor duit engko mung ditinggal mlayu, ya harus waspadalah,” tegas Sultan. Halaman selanjutnya Sebelumnya diberitakan, banyak masyarakat tertipu dengan Keraton Agung Sejagat dengan menyetorkan sejumlah uang sebagai pendaftaran menjadi anggota Keraton tersebut. Iming-imingnya, mereka akan mendapatkan gaji dalam bentuk dollar dari raja dan ratu yang belakangan sudah ditangkap pihak kepolisian. Masyarakat di kawasan Purworejo sebelumnya dibuat percaya dengan banyaknya kirab budaya yang dilakukan raja dan ratu buatan di Keraton Agung Sejagat tersebut. Namun polisi akhirnya melakukan penghentian kegiatan dan penangkapan pada Toto Santoso dan Fanni Aminadia. (Albar)





























