Jembatan Youtefa Destinasi Wisata Baru di Papua

Jembatan Youtefa Destinasi Wisata Baru di Papua
Jakarta, Obsessionnews.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah tiga belas kali saya berkunjung ke Papua. Jokowi ke sana umumnya untuk memantau secara langsung jalannya pembangunan, terutama infrastruktur. Dalam kunjungannya Senin (28/10/2019), Jokowi meresmikan ikon baru Papua, yakni Jembatan Youtefa,  jembatan dengan lengkung baja raksasa bercat merah yang membentang di atas Teluk Youtefa di Kota Jayapura.   Baca juga:Janji Jokowi di Papua BaratPanglima TNI Dampingi Jokowi di PapuaJokowi Tinjau Pembangunan Trans Papua dengan Kendarai Trail   Rangka baja itu dirakit di Surabaya, Jawa Timur lalu dikapalkan ke Jayapura melalui kawasan Laut Banda. Jembatan ini dibangun selama empat tahun dengan biaya besar, yakni Rp1,8 triliun. “Jembatan Youtefa hadir sebagai jalan keluar masalah kepadatan penduduk di Kota Jayapura. Dengan adanya jembatan di atas teluk, kota ini akan berkembang ke arah perbatasan di Skouw. Jembatan ini juga mempersingkat waktu tempuh sekitar 70 menit dari Jayapura menuju Distrik Muara Tami dan pos lintas batas negara di Skouw,” tulis Jokowi yang dikutip obsessionnews.com dari akun Facebooknya, Selasa (29/10). Selain itu, tulisnya lagi, Jembatan Youtefa juga menjadi destinasi wisata baru di Papua. Di kaki jembatan akan ditata taman dan ruang terbuka hijau, dan di bawahnya bisa dikembangkan olahraga air seperti ski dan dayung. Jokowi berharap masyarakat Jayapura bersama dengan pemerintah daerah serius menjaga kebersihan dan keamanan Jembatan Youtefa.   Baca juga:TNI di Perbatasan Papua Sulap Rumah Pintar Jadi PAUDKostrad Dirikan Rumah Tempe Untuk Warga PapuaKostrad Tempa 9 Pemuda Suku di Papua Jadi Prajurit TNI   Halaman selanjutnyaJokowi Tidak Setengah Hati Membangun Papua Sebelumnya Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) John Wempi Wetipo mengatakan, pembangunan Jembatan Youtefa yang menghubungkan Kota Jayapura dengan Distrik Muara Tami tersebut menjadi salah satu bukti komitmen Presiden Jokowi dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia bagian Timur. "Jadi Jembatan ini merupakan salah satu bukti Bapak Presiden tidak setengah hati untuk membangun Papua. Apalagi saya sebagai Putra Papua yang saat ini diberikan kepercayaan menjadi Wakil Menteri untuk membantu mewujudkan komitmen Presiden dalam pembangunan infrastruktur," kata Wempi saat meninjau Jembatan Holtekamp, Minggu (27/10). Dia berpesan kepada warga Papua agar turut menjaga jembatan yang dibangun dari kolaborasi antara Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR dengan Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kota Jayapura. "Mari kita belajar dan mengajak diri kita sendiri untuk kita bisa membangun Tanah Papua dengan lebih baik, termasuk di Jembatan Holtekamp, dengan tidak merusak, melakukan coret-coret dan buang sampah sembarangan," ujarnya. Dengan diresmikannya jembatan tersebut, nantinya waktu tempuh dari Kota Jayapura menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw akan lebih cepat dari semula sekitar 1,5 hingga 2 jam menjadi sekitar 30 - 45 menit saja. Selain meningkatkan konektivitas, Jembatan Holtekamp juga akan mendorong pengembangan Kota Jayapura ke Timur yakni ke arah kawasan Skouw. Di kawasan perbatasan Skouw sebagai embrio pusat pertumbuhan ekonomi kawasan telah selesai dibangun PLBN dan dilanjutkan dengan pembangunan pasar. Halaman selanjutnyaBanyak yang Berwisata Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XVIII Jayapura, Ditjen Bina Marga, Kementerian PUPR Osman H. Marbun mengatakan, sekarang di kawasan Skouw sudah banyak kios yang tersedia, bahkan banyak yang berwisata ke sana. Menurutnya, keberadaan jembatan juga akan mengendalikan laju perkembangan Kota Jayapura di bagian barat yang berupa pegunungan dan sangat berisiko merusak hutan sebagai daerah tangkapan air bagi keberlanjutan Kota Jayapura. "Jembatan ini akan lebih mengarahkan pengembangan Kota Jayapura ke kawasan Koya," ungkapnya. Ia menambahkan, pengembangan selanjutnya dari kawasan sekitar Jembatan Holtekamp adalah untuk wisata air karena didukung dengan pemandangan teluk dan perbukitan. Jembatan Holtekamp juga akan memperpendek jarak dan waktu tempuh menuju kawasan Koya sebagai venue beberapa cabang olahraga dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua. "Rencananya juga Teluk Youtefa ini akan menjadi venue pertandingan dayung PON 2020 Papua," tuturnya. Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembangunan dan pemasangan bentang utama jembatan sepanjang 433 meter, konstruksi jembatan pendekat sisi Holtekamp sepanjang 600 meter dan jalan akses Jembatan Holtekamp sepanjang 9.950 meter. Sementara Pemerintah Kota Jayapura telah menyelesaikan pembangunan jalan pendekat sisi Hamadi sepanjang 320 meter. Pembangunannya dikerjakan konsorsium kontraktor PT Pembangunan Perumahan, PT Hutama Karya dan PT Nindya Karya dengan total anggaran Rp 1,8 Triliun. Ini juga kali pertama pembangunan jembatan di mana pelengkungnya dibuat utuh di tempat lain, kemudian dibawa ke lokasi. Museum Rekor Indonesia (MURI) memberikan dua rekor pada proyek pembangunan Jembatan Holtekamp, yakni rekor pengiriman jembatan rangka baja utuh dengan jarak terjauh dan rekor pemasangan jembatan rangka baja utuh terpanjang. (arh)