Ini Capaian Imam Nahrawi Jadi Menpora

Ini Capaian Imam Nahrawi Jadi Menpora
Jakarta, Obsessionnews.com - Dunia olahraga kini sedang diselimuti kabut gelap pada pertengahan September. hal itu disebabkan adanya penetapan status Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi sebagai tersangka kasus dugaan suap pemberian dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Rabu (18/9/2019). Siapa sangka, di balik statusnya sebagai tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Imam juga memiliki sejumlah prestasi dan kegagalan selama menjabat sebagai Menpora. Imam memulai karier politiknya di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dua periode, yakni periode 2004–2009 dan 2009–2014 daerah pilihan Jawa Timur. Setelah menjabat anggota DPR, Imam diberi kepercayaan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menpora di dalam kabinetnya. Baca juga: September Kelabu Bagi Imam Nahrawi Februari 2015, Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dan Imam bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memundurkan jadwal ISL karena sejumlah klub belum memenuhi persyaratan yang diminta. Kemenpora melayangkan tiga kali teguran kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Teguran ketiga dilayangkan pada 16 April 2015. Namun hingga 18 April, PSSI belum juga menjawab teguran tersebut, sehingga pada akhirnya PSSI resmi dibekukan. Pembekuan dilakukan Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui suratnya bernomor 01307 tahun 2015 dan ditandatangani Menteri Imam Nahrawi. Halaman Selanjutnya Di bawah arahan Imam, pada 2017, Kemenpora meluncurkan program ‘Gowes Pesona Nusantara’ yang dimulai pada 13 Mei 2017. Kegiatan ini juga menjadi ajang promosi ‘AYO OLAHRAGA’ dengan melibatkan masyarakat secara keseluruhan, sehingga nantinya diharapkan dapat berdampak terhadap meningkatnya derajat kebugaran masyarakat secara umum sehingga dapat mempercepat peningkatan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung mempercepat pengembangan fasilitas infrastruktur serta program Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia. Gowes Pesona Nusantara melalui total sebanyak 90 kabupaten/kota di seluruh penjuru Tanah Air dan berakhir pada puncak perayaan Hari Olahraga Nasional pada tanggal 9 September 2017 di Magelang, Jawa Tengah. ‘Gowes Pesona Nusantara’ direncanakan menjadi kegiatan tahunan Kemenpora dengan partisipasi masyarakat yang lebih banyak. Baca juga: Ditetapkan Tersangka, Menpora Imam Nahrawi Diduga Terima Suap Rp26,5 M Imam juga tercatat sebagai Menpora yang sukses mengembalikan tradisi emas bagi Indonesia di ajang Olimpiade. Di masa kepemimpinannya 2014-2019, Indonesia berhasil meraih satu emas di Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Medali emas disumbangkan pasangan Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir dari cabang olahraga bulutangkis. Sementara dua perak atas nama Sri Wahyuni dan Eko Yuli Irawan dari angkat besi. Sebelumnya, Indonesia gagal meraih emas di Olimpiade 2012. Tak hanya di situ, di zaman kepemimpinannya, Imam membuat terobosan terkait bonus di pentas internasional. Jika sebelumnya atlet peraih medali emas hanya mendapat bonus rata-rata Rp1 miliar, kini mereka bisa mengantongi bonus mencapai Rp5 miliar. Tim bulutangkis putra dan putri Indonesia yang berlaga di Kejuaraan Beregu Asia 2018 di Malaysia, mendapat guyuran bonus Rp5 miliar dari Kemenpora. Baca juga: Inilah Jejak Menpora Imam Nahrawi dalam Kasus Suap KONI Selain itu, Imam juga dikenal dengan menyamaratakan bonus atlet berprestasi di Asian Games dan Asian Paragames 2018. Masing-masing atlet individu peraih emas berhak mendapatkan Rp1,5 miliar. Pada 2018, saat Indonesia menjadi tuan rumah perhelatan Asian Games dan Asian Para Games, Imam menunjukkan dukungan langsung kepada para atlet dengan mengunjungi setiap pelatnas cabor. Indonesia yang yang kala itu menjadi tuan rumah berada di peringkat keempat dengan 98 medali: 31 emas, 24 perak, dan 43 perunggu. Hasil ini menjadi pencapaian tertinggi Tim Merah Putih selama ikut serta di Asian Games. Indonesia menjadi satu-satunya negara Asia Tenggara yang berada di peringkat 10 besar. Hasil ini melebihi target yang dibebankan pemerintah melalui Kemenpora. Ada prestasi yang gemilang, ada juga kegagalannya. Pada SEA Games 2015, Indonesia gagal meraih hasil terbaik. Di SEA Games itu, Indonesia hanya mampu finish di posisi kelima klasemen akhir dengan koleksi 47 medali emas, 61 perak, dan 74 perunggu. Tak hanya itu, di SEA G 2017, Indonesia juga gagal memenuhi target 55 medali emas dan hanya memperbaiki peringkat SEA Games di Kuala Lumpur 2017 ini. Tim Merah Putih hanya mampu meraih 38 medali emas, menjadi yang terburuk sejak SEA Games 1977. (Poy)