Hasutan Benny Wenda yang Membuat Pemerintah Geram

Hasutan Benny Wenda yang Membuat Pemerintah Geram
Jakarta, Obsessionnews.com - Pemerintah sejak awal sudah meyakini kerusuhan yang terjadi di Papuaditunggangi kelompok separatis. Dugaan itu ternyata benar, setelah dilakukan pengintaian kerusuhan di Papua dan Papua Barat dikendalikan oleh sosok orang bernama Benny Wenda.   Baca juga:Moeldoko Ungkap Dalang Kerusuhan Papua5 Solusi Rizal Ramli Atasi Persoalan PapuaKapolda Pastikan Situasi di Papua Sudah Berjalan KondusifSeparatisme Papua   Benny Wenda tokoh separatis ini sekarang berada di Inggris. Ia kerap pergi ke negara-negara Eropa dan Amerika untuk mencari dukungan atas kemerdekaan Papua dengan cara menghasut. Benny menyebarkan virus kebencian terhadap pemerintah Indonesia. Berikut peran Benny yang dijelaskan Menko Polhukam Wiranto. 1. Pemberi Informasi Palsu Benny Wenda merupakan tokoh Papua yang memiliki pengaruh cukup kuat. Benny kerap kali menyebarkan informasi palsu, khususnya ke luar negeri. Hal itu karena dia sangat memahami luar negeri. "Kalau Benny Wenda ini sejak dulu aktivitasnya sangat tinggi, sangat memahami luar negeri termasuk memberikan informasi palsu, dan kita sudah tahu memang. Mereka selalu melakukan provokasi di luar negeri, seakan-akan Indonesia tidak mengurus Papua-Papua Barat," kata Wiranti belum lama ini. 2. Bagian dari Konspirasi Pemerintah melalui Menko Polhukam Wiranto menyebut, Benny Wenda bagian dari konspirasi untuk menjatuhkan citra pemerintah Indonesia. Benny menggambarkan seolah-olah pemerintah menelantarkan rakyat Papua. Padahal sejatinya, pemerintah selalu memperhatikan Papua. "Saya kira benar Benny Wenda adalah bagian dari konspirasi untuk masalah ini, tetapi kita harus lawan dengan kebenaran, fakta dan biasanya provokasi yang tidak benar dan menyesatkan, hanya dapat dibantah dengan fakta," kata Wiranto. 3. Provokasi di Media Sosial Tokoh Papua, Benny Wenda disebut sebagai aktor dari kerusuhan Papua. Benny diduga aktif memprovokasi di media sosial. Dia juga kerap menyebarkan informasi palsu soal Papua ke dunia internasional. "Aktif memprovokasi dan agitasi di medsos," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Selasa (3/9). (Albar)