Rabu, 11 Desember 19

Separatisme Papua

Separatisme Papua
* Hendrajit. (Foto: FB Hendrajit)

Oleh: Hendrajit, Pengkaji Geopolitik dan Direktur Eksekutif Global Future Institute

 

Situasi papua yang bahaya sekarang itu bukan karena mengarah ke separatisme. Tapi cipta kondisi antara tidak perang dan juga tidak damai. Cipta kondisi yang terbangun adalah suasana mencekam bagi rakyat biasa.

Jadi suasana ini saya ingat betul persis kondisi Aceh sebelum penetapan darurat militer. Perang tidak, damai pun tidak.

Sehingga ketika pecah perang antara pemerintah versus Gerakan Aceh Merdeka (GAM), menyusul gagalnya perundingan kedua pihak. Semua pihak malah terlihat lega. Setidaknya persoalan mengerucut pada dua opsi. Separatisme Aceh lepas dari NKRI, atau tetap dalam naungan NKRI. Solusinya kemudian Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki.

Papua arahnya mau digiring ke konflik horizontal model Poso dan Ambon. Bukan mengerucut ke separatisme model Aceh atau Timtim. Tapi konflik horizontal. Maka cipta kondisi yang dibangun bukan munculnya pemberontakan bersenjata melawan pusat. Melainkan para preman bersenjata atau milisi. Anak bangsa saling makan satu dengan lain.

Bukan melepaskan diri dari pusat. Tapi pelemahan internal NKRI.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.