Menhan Sebut Gerakan Komunis Rapatnya di Warung Makan

Jakarta, Obsessionnews.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengaku sudah melakukan pemantauan sejak lama tentang adanya gerakan komunis yang mulai dibangkitkan. Mereka kerap melakukan pertemuan atau diskusi di warung makan. Gerakan ini disebut berbahaya. "Kalau mereka tidak berbuat apa-apa, enggak ada masalah. Ini rapat sana, rapat sini. Bukan kita enggak tahu rapat apa. Itu mau apa? Basa sajalah. Kenapa rapat di tempat makan, kayak serius," ujar Ryamizard di Istana Negara, Jakarta, Kamis, (24/1/2019). Baca juga:Jokowi dan Isu PKILa Nyalla: Saya yang Memfitnah Jokowi PKI, Kristen dan Antek ChinaPerkara Alfian Tanjung Soal PKI Apakah Pidana? Baca halaman berikutnya Ryamizard menegaskan, tidak boleh ada lagi paham komunis di Indonesia pasca PKI pada 1965 lalu. Untuk itu ia mendukung upaya razia besar-besaran terhadap buku yang berisi ajaran komunisme. Beberapa waktu lalu sejumlah buku yang disinyalir mengandung paham PKI atau komunis dirazia di beberapa toko buku di Jawa Timur. Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat itu menjelaskan paham komunis memang masih ada saat ini di beberapa negara seperti Rusia, China maupun Korea Utara.Bahkan, negara-negara itu berteman baik dengan Indonesia. Namun, ia meminta agar masyarakat Indonesia tidak ada lagi yang suka dengan paham komunis. Sebab, komunis pernah membuat sejarah kelam di Tanah Air dengan adanya pertumpahan darah. Kata Ryamizard, komunis yang ada di Indonesia melalui PKI, sudah tiga kali memberontak yakni 1926, 1948, dan 1965. "Sudahlah, saya sudah sampaikan kemarin, tidak usah suka komunis. Komunis di Rusia, China, teman semua kok, enggak ada masalah," katanya. Beredarnya buku-buku komunis, menurutnya, juga sangat membahayakan. Maka, sesuatu yang masih kecil, harus diantisipasi agar tidak membesar. "Ini masalah dendam. Dendam itu. Ini kita kecilkan lagi, kalau gede susah lagi. Belum lagi paham radikal, sama itu. Saya ngerti, bahaya negara ini," katanya. (Albar) Baca juga:Jokowi: Tak Beradab Saya Dituding PKI dan Antek AsingTerus Difitnah PKI, Jokowi Kembali Ancam akan GebukPBB Terima Bacaleg Dari Mana Saja, Asal Bukan PKI dan Penista Agama





























