Hoax tentang Jokowi yang Terbantahkan

Jakarta, Obsessionnews.com - Sejak menjelang Pemilihan Presiden tahun 2014 dan setelah Jokowi terpilih sebagai Presiden RI, isu dan hoax sudah berseliweran menyerangnya. Yang diserang tak hanya Jokowi, tapi juga lembaga di Kabinet Kerja. Seperti biasa, dengan gayanya yang santai, Jokowi menjawab isu tersebut. Karena isu adalah kabar tanpa fakta, maka dengan sendirinya tak ada dasar yang kuat untuk memercayai sebuah isu. Baca juga:Pilih Jokowi Pilih Orang BaikPenegakan Hukum dan HAM di Era Jokowi Patut Diacungi JempolPendarat Tuban Siap Menangkan Jokowi-Ma’ruf Isu atau hoax yang kemudian terbantahkan sendiri adalah sebagai berikut :
- Isu bahwa Jokowi keturunan China Kristen Singapura (Oey Hong Liong) dan bernama Herbertus (April 2014). Padahal Jawa muslim.
- Ibunda Jokowi beragama Kristen (Mei 2014). Padahal muslimah dan seorang hajjah.
- Akte nikah Jokowi yang dipublish di internet dituduh editan/palsu dengan analisis ELA. (Mei 2014). Padahal yang membuat algoritma ELA pun tidak bisa menyimpulkan demikian.
- Jokowi akan mengangkat menteri agama dari Syiah (Mei 2014). Padahal yang diangkat dari NU.
- Beredar surat jawaban Jokowi untuk menangguhkan pemeriksaan kasus bus Trans-Jakarta kepada kejaksaan (Juni 2014). Terbukti itu palsu.
- Jokowi dituding melanggar sumpah jabatan Gubernur DKI yang katanya bersumpah untuk menjabat sebagai Gubernur DKI selama lima tahun (Juni 2014). Padahal dalam sumpah jabatan yang sebenarnya, hal itu tidak ada.
- Soal orangtua Jokowi disebut tidak jelas (Juli 2014). Padahal jelas sekali siapa ayah dan bundanya. Ayahanda Bapak Joko Widodo bernama Notomiharjo dan ibunya bernama Sujiatmi.
- Disebarkannya informasi kalau Jokowi dan istrinya punya 20 rekening di HSBC Hongkong. Fitnah bin hoax dan rekeningnya palsu.
- Isu Jokowi keturunan atau berafiliasi ke PKI (Juli 2014). Fitnah.
- Isu bahwa Jokowi tidak paham tata cara umrah, pakai kain ihram terbalik (Juli 2014). Padahal terbalik ketika belum thawaf, ketika thawaf sudah dibetulkan.
- Isu bahwa Kementrian Agama dihapus Jokowi (Sept 2014). Hoax.
- Jokowi dan Ibundanya dituding berbeda usia 11 tahun, bahkan sampai ada petisi minta tes DNA (Des 2014). Padahal Jokowi lahir 21 Juni1961 sedangkan ibunya Sujiatmi lahir 15 Februari 1943. Itu bukan 11 tahun, tapi 18 tahun lebih. Sangat wajar.
- Isu Kementrian BUMN melarang pegawai jilbab (Des 2014). Hoax, tidak ada instruksi demikian dari Menteri BUMN.
- Isu Menteri Pendidikan melarang siswa membaca doa di sekolah (Des 2014). Hoax.
- Tuduhan Menteri Susi hanya berani menenggelamkan kapal rongsokan, karena butuh pencitraan (Des 2014). Fitnah, karena kebijakan luas penenggelaman kapal illegal fishing ini tidak pandang bulu, dan terbukti drastis mengurangi pencurian ikan di Indonesia.
- Tudingan “Settingan” foto Suku Anak Dalam di Jambi (Okt 2015). Terbukti bukan settingan.
- Isu Jokowi bertemu Obama dengan membayar broker Singapura Derwin Pereira USD 80.000 (Oct 2015). Hoax, pemerintah tidak membayar siapapun untuk bertemu Obama, karena dasarnya adalah undangan dari Obama.
- Isu Kepulauan Natuna dicaplok China. Pemerintah diam saja. Padahal klaim China sebatas perairan yang masuk ZEE Indonesia, bukan kepulauannya. Dan pemerintah tidak diam saja, mereka aktif membela kedaulatan negeri ini. (Nov 2015)
- Jokowi dituduh meminta helikopter operasional baru (Nov 2015). Padahal TNI menyebutkan bahwa itu adalah kebijakan TNI AU untuk meremajakan armadanya, termasuk helikopter VVIP yang biasa digunakan oleh Presiden, Wapres dan tamu VVIP lainnya, bukan atas permintaan Presiden. (Sahrudi)





























