Ini Sejarah Ballon d'Or

Jakarta, Obsessionnews.com – Penghargaan Ballon d'Or 2018 digelar di Grand Palais, Paris, Perancis, Senin (3/11/2018) atau Selasa dini hari WIB. Peraih penghargaan pemain sepak bola terbaik tersebut adalah Luka Modric. Gelandang Real Madrid asal Kroasia ini untuk pertama kalinya menyabet penghargaan Ballon d'Or. Bagaimana sejarah Ballon d'Or ? Dikutip dari wikipedia.org Ballon d'Or yang dalam Bahasa Perancis berarti Bola Emas. Penghargaan tahunan ini diberikan kepada pesepak bola terbaik Eropa. Penghargaan ini diberikan kepada pemain yang telah terpilih karena telah melakukan yang terbaik selama musim sebelumnya. Ballon d'Or digagas oleh penulis majalah France Football, Gabriel Hanot, yang meminta rekan-rekannya untuk memilih pemain terbaik di Eropa pada tahun 1956. Pemenang perdananya adalah Stanley Matthews dari Blackpool. Baca juga:Patahkan Dominasi Ronaldo dan Messi, Luka Modric Sabet Ballon d’Or 2018Boyong Banyak Pemain, AC Milan Kini Bidik Luka ModricLuka Modric Diperiksa Terkait Dana Siluman Dinamo ZagrebUngguli Ronaldo, Modric Calon Pemain Terbaik FIFAModric Pemain Terbaik Piala Dunia 2018Modric: Yang Ragukan Zidane adalah Orang Gila!! Semula wartawan hanya bisa memilih pemain asal Eropa di klub-klub Eropa, yang berarti bahwa pemain seperti Diego Maradona (yang bermain di klub sepak bola Eropa, tetapi bukan berasal dari Eropa) dan Pele (yang tidak bermain untuk klub Eropa juga tidak dari Eropa) tidak memenuhi syarat untuk diberi penghargaan. Perubahan aturan pada tahun 1995 memungkinkan pemain non-Eropa memenuhi persyaratan untuk mendapatkan penghargaan jika mereka bermain untuk klub Eropa. Pemain non-Eropa pertama yang memenangkan penghargaan ini setelah perubahan peraturan adalah pemain AC Milan George Weah pada tahun yang sama. Pada 2007 setiap pemain di dunia menjadi layak untuk dipilih dan terpilih, dan wartawan yang diizinkan untuk memilih juga meningkat. 96 wartawan dari seluruh dunia memilih lima pemain mereka, yang bertentangan dengan 52 jurnalis yang berbasis di Eropa pada tahun 2006. Tiga pemain telah memenangkan penghargaan ini tiga kali, yakni Johan Cruyff, Michel Platini, dan Marco van Basten. Platini adalah satu-satunya pemain yang memenangkan penghargaan tiga kali berturut-turut, ketika ia memenangkan penghargaan dari tahun 1983 hingga 1985. Ronaldo menjadi pemain Brasil pertama yang memenangkan penghargaan pada tahun 1997, setelah pemain non-Eropa memenuhi syarat. Dengan masing-masing tujuh penghargaan, pemain asal Belanda dan Jerman memenangkan Ballon d'Or yang paling banyak. Klub Baca juga:James-Modric Turun Lawan PSGMadrid Tanpa Benzema- Bale- ModricInilah Rahasia Kroasia Kalahkan Spanyol 3-2 Italia Juventus dan Milan memiliki pemain yang paling banyak menang;enam pemain telah memenangkan delapan penghargaan saat bermain untuk masing-masing tim. Penerima terakhir dari Ballon d'Or adalah Lionel Messi, pemain asal Argentina ketiga yang memenangkan penghargaan, tetapi yang pertama sebagai warga negara Argentina. Ballon d'Or dan penghargaan Pemain Terbaik Dunia FIFA untuk pemain pria digabungkan pada tahun 2010 dan pemain pria terbaik di dunia sejak saat itu telah dianugerahi FIFA Ballon d'Or setiap tahunnya. UEFA menciptakan Penghargaan Pemain Terbaik UEFA di Eropa pada tahun 2011, sehingga bisa menjaga prestise lama Ballon d'Or setelah bergabung untuk menciptakan FIFA Ballon d'Or. Pada periode 2008 hingga 2017 Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi mendominasi gelar tersebut, dengan masing-masing meraih lima gelar. Tahun ini dominasi mereka dipatahkan oleh Luka Modric. (arh)





























