Jemaah Haji Aceh Diminta Teladani Habib Bugak

Jemaah Haji Aceh Diminta Teladani Habib Bugak
Makkah - Jemaah haji asal Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) mulai mendapat dana Wakaf Baitul Asyi. Giliran pertama sebanyak 393 jemaah dari kloter BTJ-001 masing-masing mendapat 1.200 SAR di Wafaa Al Ehsan Hotel, Misfalah, Kota Makkah, Senin (6/8/2018). Petugas Wakaf Baitul Asyi, Jamaluddin Affan, mengatakan menjadi kewajiban moral bagi jemaah untuk meneladani Habib Bugak. “Beliau telah mewakafkan rumah dan tanah sejak dua ratus tahun lalu dan sampai sekarang masih dapat kita nikmati manfaatnya,” ujar pria yang akrab dipanggil Jamal itu seperti dikutip Obsessionnews.com dari website Kementerian Agama, Senin (6/8). Bahkan ada salah satu rumah dan tanah yang diwakafkan Habib Bugak, kini sudah dirobohkan karena menjadi lintasan thawaf. “Ada rumah dan tanah wakaf beliau yang saat ini menjadi perluasan thawaf bagi jemaah haji,” tutur Jamal disambut pekik tasbih seluruh yang hadir. Sementara itu nadzir Wakaf Baitul Asyi, Syaikh Abdullatif Baltho, mengingatkan kepada segenap jemaah agar selalu menyibukkan diri beribadah kepada Allah. “Anda semua telah jauh-jauh datang kemari, ke tanah suci yang sangat dimuliakan Allah maka jangan sampai melewatkan satu detik pun tanpa beribadah kepada Allah,” tandas Abdulatif. Ia juga berpesan sekiranya mampu untuk terus melakukan thawaf maka jemaah diminta melaksanakannya. “Kalau mampu berthawaf, lakukan karena ini hanya bisa dikerjakan di Makkah al Mukarramah,” imbuhnya. Syaikh juga turut mendoakan jemaah Aceh yang melakukan haji bisa mendapatkan predikat mabrur. Adapun total dana wakaf yang dikeluarkan tahun ini sebesar lebih dari Rp 20 milyar. Distribusi dana wakaf ini akan terus dilakukan hingga Kamis (16/8) mendatang. Sejak tahun 2008 jemaah Aceh mendapat kucuran dana wakaf Habib Bugak Asyi yang kini dikenal sebagai Wakaf Baitul Asyi (Wakaf Rumah Aceh). Bermula harta yang diwakafkan seorang hartawan dan dermawan asal Aceh, Habib Abdurrahman (Habib Bugak Asyi) pada awal 1800-an. Salinan akta ikrar wakaf tersebut pernah diserahkan nazir kepada Gubernur Aceh (waktu itu) Abdullah Puteh ketika naik haji ke Makkah pada 2002 dan ketika mereka berkunjung ke Aceh pada 2006. Sejarah Wakaf Baitul Asyi Dikutip Obsessionnews.com dari website Kementerian Agama, Senin (6/8/2018), merujuk berbagai sumber, diketahui wakaf Baitul Asyi diikrarkan Habib Bugak Asyi pada 1224 Hijriah atau tahun 1809 Masehi. Ikrar tersebut diucapkan Habib Bugak di hadapan Hakim Mahkamah Syariah Mekkah pada waktu itu. Di dalam akta wakaf Baitul Asyi juga disebutkan rumah tersebut diwakafkan kepada orang Aceh untuk menunaikan haji, serta orang Aceh yang menetap di Makkah. Habib Abdurrahman atau Habib Bugak juga telah menunjuk nadzir, yaitu salah seorang ulama asal Aceh yang menetap di Makkah. Nadzir itu kemudian diberi hak sesuai dengan tuntunan syariah Islam. Di kemudian hari Mahkamah Syariah Makkah mengukuhkan Syaikh Abdul Ghani bin Mahmud bin Abdul Ghani Al-Asyi sebagai nadzir Baitul Asyi. Penetapan ini dilakukan pada 1420 Hijriah atau 1999 Masehi. Syaikh Abdul Ghani bin Mahmud merupakan generasi keempat pengelola wakaf. Kemudian sejak 1424 H/2004 M tugas nadzir dilanjutkan oleh sebuah tim yang dipimpin anak nadzir sebelumnya, Syaikh Munir bin Abdul Ghani Al-Asyi. Dia merupakan generasi kelima pengelola wakaf. Selain Syaikh Munir, pengelolaan Baitul Asyi juga dipercayakan kepada Dr. Abdullatif Baltho. Warisan Habib Bugak Asyi kepada masyarakat Aceh kini telah berharga lebih dari 200 juta riyal atau setara Rp 5,2 triliun sebagai wakaf fisabilillah. Pada saat ini, harta wakaf tersebut telah berkembang menjadi aset penting, di antaranya berupa Hotel Ajyad bertingkat 25. Hotel ini berjarak 500 meter dari Masjidil Haram. Selain itu Baitul Asyi kini juga menjelma menjadi Menara Ajyad bertingkat 28 yang berjarak sekitar 600 meter dari Masjidil Haram. Kedua hotel besar ini mampu menampung lebih 7.000 orang dan dilengkapi dengan infrastruktur yang lengkap. Kini masyarakat Aceh menerima manfaat dari wakaf yang dilakukan Habib Bugak Asyi lebih dari dua abad silam. (kemenag/arh)Baca juga:Total 31 Jemaah Haji Indonesia Wafat di Hari ke-20Jemaah Haji Diminta Patuhi Imbauan Berihram Sejak EmbarkasiHaji Itu Kesimpulan Hidup Kemenag Kaji Pembukaan Fakultas Haji-Umrah di PTKIPejabat Kemenag Sidak Fasiltas Jemaah Haji di MadinahHari ke-19 Total 25 Jemaah Haji Indonesia Wafat di Tanah Suci