Rabu, 8 Februari 23

‘Pimpinan Telkom, Anda Digaji untuk Melayani, Bukan untuk Tidur’

‘Pimpinan Telkom, Anda Digaji untuk Melayani, Bukan untuk Tidur’
* Telkom Indonesia.

Jakarta, Obsessionnews.com – Pelanggan Telkom Indonesia menilai pelayanan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang telekomunikasi ini sangat buruk. Tak sedikit pelanggan yang telah mengadu telepon rumahnya yang mati lebih empat bulan, tapi hanya dianggap angin lalu.

Syamsuddin Haris
Peneliti Senior pada Pusat Penelitian Politik (P2P) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris.

Salah seorang pelanggan Telkom itu adalah Peneliti Senior pada Pusat Penelitian Politik (P2P) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris. Melalui kicauannya di media sosial Twitter Syamsuddin mengecam Telkom yang tak kunjung memperbaiki telepon rumahnya yang sudah mati empat bulan.

Buat @TelkomCare, saya kecewa pelayanan @TelkomIndonesia sangat buruk. Telp rmh saya sdh 4 bln mati, sdh komplain berkali2 tapi tdk ada tindak lanjut. Terakhir dgn tiket no. IN24399694. Tiap bln bayar tdk pernah telat. Pimpinan Telkom, anda digaji utk melayani, bukan utk tidur,” tulis Syamsuddin di akun Twitternya, @sy_haris, Sabtu (23/12/2017) pukul 10.55 WIB.

Apa yang dialami Syamsuddin itu juga dialami warga perumahan Bumi Sani Permai (BSP), Desa Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Tak sedikit telepon rumah warga yang mati lebih dari empat bulan.

Seorang warga BSP, Arif Rahman Hakim, paling rajin melaporkan kerusakan telepon rumahnya ke telepon pengaduan Telkom 147. Setelah berjuang hampir dua bulan melapor ke 147, dan juga menulis permasalahan itu di medsos, pada Sabtu (25/11/2017), petugas Telkom datang ke rumahnya untuk melakukan perbaikan

“Ada beberapa tetangga saya yang telepon rumahnya sampai sekarang masih rusak. Tolong Telkom segera mrmperbaiki,” kata wartawan sebuah online itu, Senin (25/12). (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.