Sabtu, 21 Mei 22

PDI-P Masuk, Nusron Digeser dari Ketua Tim Pemenangan Ahok

PDI-P Masuk, Nusron Digeser dari Ketua Tim Pemenangan Ahok
* Nusron Wahid.

Jakarta, Obsessionnews.com – Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM DPP Partai Golkar, Yorrys Raweyai, membenarkan bahwa Nusron Wahid sudah tidak lagi menjadi ketua tim pemenangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat.

Keputusan itu diambil pada rapat Senin 26 September 2016 malam yang dihadiri Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Fayakhun, Nusron dan Sekjen Idrus Marham.

“Jadi, kami sepakati yang di atas-atas ini jadi penasihat saja. Pak Nusron itu kan hanya sementara,” kata Yorrys saat dihubungi, Selasa, (27/9/2016)‎.

Menurut Yorrys, jabatan Nusron sebagai ketua tim pemenangan Ahok memang bersifat sementara. Ia mengaku belum tahu siapa yang akan mengganti‎ posisi Nusron. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada pengurus PDI Perjuangan DKI.

“Ini kan wilayahnya DPD Jakarta. Pak Nusron itu kan Ketua Tim Pemenangan Jawa I, Jawa dan Sumatera. Waktu itu hanya sementara saja. Jadi kami serahkanlah ke PDIP DKI. Golkar sebagai supporting team,” kata Yorrys.

Sebelumnya, Kepala BNP2TKI Nusron Wahid didapuk sebagai Ketua Tim Pemenangan Ahok. Sejumlah pihak pun mengusulkannya cuti, bahkan mengundurkan diri dari salah satu posisi yang dimilikinya.

Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Nasrullah mengatakan, pejabat negara tak diperbolehkan untuk menjadi tim sukses salah satu pasangan calon dalam pilkada.

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon juga mengkritik Nusron. Sebagai pejabat negara Nusrontidak bisa bebas melakukan kegiatan politik dengan menjadi ketua tim pemenangan, karena rentan terjadi penyalahgunaan wewenang.

Belakangan, PDIP mengikuti jejak Golkar, Hanura, dan Nasdem untuk mengusung Ahok. Ahok pun kembali dipasangkan dengan wakilnya saat ini, Djarot Saiful. Sehingga dengan masuknya PDIP ada kemungkinan struktur tim pemenangan Ahok berubah. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.