Sabtu, 24 Agustus 19

PAN Tegaskan Komitmen dengan Prabowo Hanya Sampai Pilpres

PAN Tegaskan Komitmen dengan Prabowo Hanya Sampai Pilpres
* Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan. (Foto: FB Bara Hasibuan)

Jakarta, Obsessionnews.com – Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan mengatakan, tidak ada koalisi abadi dalam politik. Karena itu  komitmen PAN mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hanya sampai pada Pemilihan Presiden (Pilpres).

 

Baca juga:

Sikap Kornas Anak Republik Pasca Pilpres 2019

Aktivis 98 Siap Kawal Kemenangan Jokowi di Pilpres 2019

Pilpres 2019 Kemenangan Rakyat Indonesia

 

Setelah pemenang pilpres ketahuan, kata dia, partainya bebas menentukan sikap apakah tetap bersama Koalisi Indonesia Adil Makmur atau menyeberang ke Koalisi Indonesia Kerja dan kembali mendukung Joko Widodo atau Jokowi.

Bara menjelaskan, saat ini tahapan Pilpres memang belum selesai sepenuhnya, karena belum ada keputusan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun, merujuk hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei, pemenangnya adalah pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Kami bebas dengan otoritas penuh untuk menentukan langkah berikutnya bagi PAN. Tentu saja sesuai dengan kepentingan apa yang terbaik bagi partai dan kontribusi apa yang bisa kami berikan kepada bangsa ini,” katanya di D’Hotel, Jakarta, Senin, (29/4/2019).

 

Baca juga:

Sakit Pasca Pilpres, Sandi Sudah Habiskan Uang Kampanye Rp1,4 Triliun

Wartawan Partisan Terbelah Akibat Pilpres 2019

FOTO Pasukan Pengamanan Pileg dan Pilpres 2019

 

Menurut Bara, jika PAN bergabung dengan kubu Jokowi maka langkah tersebut tidak aneh. Alasannya merujuk sejarah partai, sejak berdiri posisi PAN selalu berada di lingkaran pemerintah. Termasuk pada pemerintahan Jokowi PAN juga pernah merapat.

PAN, kata Bara, berada di luar pemerintah hanya terjadi pada 2014-2015 akibat pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa kalah di pemilihan presiden oleh Jokowi-Jusuf Kalla.

Namun, pada 2016, PAN pindah posisi mendukung pemerintah meski keluar lagi setelah memutuskan mendukung Prabowo di pilpres 2019.

“Jadi sebetulnya histori kami, pattern kami adalah memang berada di dalam pemerintahan. Jadi itu bukan sesuatu yang aneh kalau PAN akan lakukan itu (mendukung Jokowi lagi),” ujarnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.