Selasa, 20 Oktober 20

Sikap Kornas Anak Republik Pasca Pilpres 2019

Sikap Kornas Anak Republik Pasca Pilpres 2019
* Acara jumpa pers Kordinator Nasional Anak Republik di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (22/4/2019). (foto: Kapoy)

Jakarta, Obsessionnews.com – Kordinator Nasional (Kornas) Anak Republik memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh rakyat Indonesia, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Bawaslu, pasangan calon (paslon) 01 dan paslon 02 , serta para relawan di seluruh tanah air.

“Di mana kita sebagai bangsa telah mampu menunjukan kedewasaan dalam ber-demokrasi, semoga ini menjadi modal dasar yang sangat besar untuk kita semua dapat bersatu membangun Indonesia agar menjadi negara yang maju, aman dan sejahtera,” ujar Ketua Umum Kornas Anak Republik Yahya Abdul Habib di acara Jumpa pers Anak Republik di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (22/4/2019).

 

Baca juga:

Aktivis 98 Siap Kawal Kemenangan Jokowi di Pilpres 2019

Pilpres 2019 Kemenangan Rakyat Indonesia

Sakit Pasca Pilpres, Sandi Sudah Habiskan Uang Kampanye Rp1,4 Triliun

 

Terutama dalam isu hasil pilpres 2019, yang terus menjadi polemik di media massa dan media sosial, karena adanya perdebatan terkait hasil quick count yang dianggap merugikan paslon lainnya.

Untuk itu, Kornas Anak Republik menyampaikan beberapa sikapnya terkait hal tersebut, yakni meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap tenang dan menjaga persatuan sesama anak bangsa.

“Di mana hasil pemilu akan di umumkan oleh KPU sebagai penyelenggara resmi sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” tutur pria berkepala plontos itu.

Selain itu, Kornas Anak Republik juga meminta kepada KPU, Bawaslu dan DKPP untuk menuntaskan seluruh rangkaian dan hasil pemilu secara transparan , jujur dan terpublikasi dengan baik, agar polemik-polemik yang terjadi di tengah masyarakat bisa terjawab dengan baik dan benar.

Selanjutnya, pihaknya meminta kepada aparat TNI/Polri untuk menindak tegas terhadap kelompok-kelompok yang dengan sengaja melakukan provokasi terhadap masyarakat.

Menurutnya, hal ini dapat merusak tatanan sosial masyarakat Indonesia yang cinta damai dan persatuan sebagai kultur budaya Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tak hanya itu, Anak Republik menyayangkan adanya wacana-wacana diluar koridor konstitusional yang di cetuskan tokoh-tokoh nasional.

“Dimana people power di luar koridor konstitusi dijadikan alat untuk melakukan penekanan terhadap penyelenggara pemilu yang sah,” ungkap Yahya.

Dia pun menegaskan, persatuan dan kesatuan bangsa menjadi hak mutlak warga negara dan bangsa Indonesia, dimana hal tersebut termaktub dalam sila ke 3 Pancasila.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada semua pihak yang berkepentinggan untuk menjaga ideologi bangsa ini dan jangan sekali-kali berkhianat dengan mengatas namakan demokrasi.

Kornas Anak Republik juga menyerukan kepada seluruh kader-kadernya di seluruh Indonesia, untuk ikut berperan secara aktif dalam menjaga persatuan dengan melakukan advokasi dan komunikasi intensif dalam rangka ikut menjaga kondusifitas pasca pemilu sambil menunggu keputusan resmi (real count) dari KPU. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.