Sabtu, 29 Januari 22

Sakit Pasca Pilpres, Sandi Sudah Habiskan Uang Kampanye Rp1,4 Triliun

Sakit Pasca Pilpres, Sandi Sudah Habiskan Uang Kampanye Rp1,4 Triliun
* Sandiaga Uno kampanye bareng emak-emak. (Foto: Twitter: Sandiaga)

Jakarta, Obsessionnesws.com – Pasca Pilpres 2019, calon wakil presiden nomor 02 Sandiaga Uno dikabarkan tengah sakit lambung dan radang tenggorokan. Karenanya, ia tak terlihat mendampingi Prabowo Subianto saat syukuran deklarasi kemenangan. Bahkan pada saat pembacaan deklarasi wajah Sandi terlihat pucat, dia hanya diam.

Selama tujuh bulan aktivitas capres cawapres memang sangat padat, mereka harus keliling ke seluruh pelosok negeri untuk bersosialisai dengan masyarakat. Maka, tidak hanya fisik saja yang lelah, mobilitas yang tinggi juga membutuhkan biaya politik yang besar, terlebih kelas capres.

Untuk biaya politik, Sandiaga mengaku hingga saat ini sudah menghabiskan dana kampanye sebesar USD 100 juta atau setara Rp 1,4 triliun dari koceknya sendiri. Sandiaga mengungkapkan besaran dana kampanye itu dalam wawancara dengan Bloomberg.

Pria 49 tahun itu meniti karir bisnisnya dengan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk, perusahaan investasi yang didirikannya sekitar 20 tahun lalu di saat krisis finansial melanda Asia. Dikutip dari laman Bloomberg, Selasa (26/3), kekayaan Sandiaga kini diperkirakan mencapai Rp 5,1 triliun.

Namun, kekayaan pribadinya kinimulai berkurang. “Kekayaan saya turun signifikan di 2018. Saya kehilangan kira-kira sepertiga dari kekayaan bersih,” kata dia seraya mengatakan sudah menghabiskan dana sekitar USD 100 juta atau Rp 1,4 triliun untuk kampanye pilpres ini belum lama ini

Angka yang disebut Sandiaga itu menunjukkan ada peningkatan signifikan dari dana kampanye yang sudah dikeluarkan Sandiaga di bulan Februari yakni Rp 95,4 miliar dari total 134 miliar dana kampanye Prabowo-Sandi.

Pilpres 2019 sudah usai, meski belum ada hasil resmi real count dari KPU, namun mayoritas lembaga survei kredibel telah memenangkan pasangan caapres-cawapres nomor 01 Joko Widodo- Ma’ruf Amin. Rata-rata suara Jokowi masih di atas 53%. Sedangkan Prabowo 45%.

“Ini (kampanye) seperti maraton. Prabowo dan saya kaget karena kami tidak mendapat banyak dukungan dari komunitas bisnis jadi kami harus lebih banyak menjual. Saya akan lakukan apa saja supaya kami lebih kompetitif.” (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.