Selasa, 28 September 21

Ngaji kepada Gus Baha, Gus Jazil Dapat Penjelasan Pilih Pemimpin Hukumnya Wajib

Ngaji kepada Gus Baha, Gus Jazil Dapat Penjelasan Pilih Pemimpin Hukumnya Wajib
* Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid yang akrab disapa Gus Jazil (kiri) dan KH Ahmad Bahauddin atau yang lebih dikenal dengan panggilan Gus Baha, ulama terkemuka Nahdlatul Ulama (NU) dari Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. (Foto: mpr.go.id) 

Rembang, obsessionnews.com – Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid, yang akrab disapa Gus Jazil, mendapat kesempatan mengaji secara langsung kepada KH Ahmad Bahauddin atau yang lebih dikenal dengan panggilan Gus Baha, ulama terkemuka Nahdlatul Ulama (NU) dari Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

 

Baca juga: 

Gus Jazil Sebut 4 Rumusan untuk Songsong Indonesia Emas

Gus Jazil Nilai Langkah yang Tepat Penangguhan Penahanan Empat IRT

 

Gus Jazil yang juga pendiri dan pembina Pondok Pesantren Modern Sunanul Muhtadin Gresik, Jawa Timur membaca langsung kitab kuning Al-Iqtishod Fil I’tiqod karangan Imam Al Ghozali. Sementara Gus Baha yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Lembaga Pembinaan Pendidikan dan Pengembangan Ilmu Alquran (LP3IA), Narukan, Keragan, Rembang mentashih atau mengoreksi secara langsung bacaan Gus Jazil.

”Saya memang ingin ngaji langsung dari Gus Baha walaupun cuma satu baris karena saya ingin mendapatkan sanad atau terhubung secara keilmuan ke beliau yang merupakan santri dari KH Maimoen Zubair. Alhamdulillah, Gus Baha memberikan kesempatan untuk saya ngaji, membaca kitab kuning. Saya minta di-tashih (dikoreksi) karena saya juga santri,” ujar Gus Jazil seperti dikutip obsessionnews.com dari situs resmi MPR RI, Selasa (14/9/2021).

Kitab Al-Iqtishod Fil I’tiqod merupakan kitab tentang akidah. Dalam salah satu babnya  menerangkan tentang kewajiban mendirikan Imamah/pemerintahan atau memilih pemimpin .

”Ternyata kewajiban mendirikan negara atau memilih pemimpin itu tidak hanya wajib menurut akal, tapi kewajiban itu bersumber dari syariah. Di dalam kitab yang saya baca di depan Gus Baha, Imam Ghozali membuat premis bahwa memilih pemimpin itu hukumnya wajib, karena tidak mungkin urusan agama akan berhasil tanpa mengurus dunia. Dan urusan dunia tidak akan berhasil kecuali kata kuncinya adalah adanya imam mutho’in, pemimpin yang ditaati,” ujar Gus Jazil.

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.