Sabtu, 21 Mei 22

Mufida Minta Kesiapan Pemerintah Hadapi Gelombang Ketiga

Mufida Minta Kesiapan Pemerintah Hadapi Gelombang Ketiga
* Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS Kurniasih Mufidayati. (Foto: Istimewa)

Jakarta, obsessionnews.com – Kasus Omicron di Indonesia sudah mencapai 414 kasus sejak diumumkan kasus pertama pada 15 Desember 2021. Saat ini dikonfirmasi sudah terjadi kasus transmisi lokal Omicron di Indonesia.

Kementerian Kesehatan memprediksi transmisi Omicron lebih tinggi daripada Delta tapi dengan perawatan rumah sakit yang lebih rendah. Sebab itu, pemerintah menyiapkan skema perawatan di rumah.

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS Kurniasih Mufidayati meminta kesiapan semua pihak utamanya pemerintah untuk menghadapi gelombang ketiga.

Ia meminta sosialisasi secara gencar tentang varian Omicron lebih terpadu dan lengkap. Ia khawatir masyarakat hanya menyimpulkan gejala Omicron lebih ringan sehingga kehilangan kewaspadaan.

“Dari 414 kasus ada dua yang kategori sedang hingga butuh bantuan oksigen. Meski disebut lebih ringan tapi tetap saja itu gejala yang memerlukan perawatan. Jadi kami minta agar semua kesiapan dilakukan untuk mengantisipasi jika terjadi gelombang ketiga dengan varian Omicron ini,” ungkap Mufida dalam keterangannya, Jumat (14/1/2022).

Misalnya pemerintah memutuskan perawatan di rumah. Ia meminta ada dukungan dan kesiapan obat-obatan dan telemedicine yang jauh lebih memadai dan sigap.

“Jika ada gejala demam atau batuk tetap saja butuh obat kan. Lalu sistem telemedicine yang tepat, cepat dan akurat nanti seperti apa. Ini yang harus disiapkan dari sekarang. Kita sudah pernah melewati gelombang kedua dengan varian Delta seharusnya ada perbaikan yang signifikan sebagai bagian kesiapan kita menghadapi Omicron yang sudah transmisi lokal ini,” ungkap Anggota DPR RI Dapil Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan Luar Negeri ini.

Selain obat-obatan, pasokan vitamin, oksigen, maupun sarana isolasi terpusat jika banyak rumah-rumah yang tidak memadai untuk melakukan isolasi mandiri.

“Ini bagian dari merencanakan yang terburuk. Jika yang terburuk skenario sudah kita siapkan, maka kita akan jauh lebih sigap menghadapi skenario yang lebih ringan. Mitigasinya harus seperti itu,” papar dia.

Selain penyiapan di hulu, 3T dan pengingatan protokol 5M di hilir tak bosan-bosannya terus dia ingatkan. Terlebih saat ini PTM 100 persen di sekolah dan beberapa universitas sudah mulai diberlakukan.

Mufida juga meminta agar mengaktifkan lagi satgas-satgas Covid-19 di tingkat masyarakatseperti di RT/RW yang mungkin sebagian sudah dibubarkan atau tidak diaktifkan karena kasus yang menurun.

“Termasuk memberikan dukungan bagi warga atau keluarga yang harus isolasi mandiri karena terpapar varian Omicron,” ungkap Mufida. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.