Jumat, 21 Juni 19

Moeldoko: Mereka Bagian dari Tim Mawar yang Dulu

Moeldoko: Mereka Bagian dari Tim Mawar yang Dulu
* Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko. (Foto: Twitter KSP)

Jakarta, Obsessionnews.com – Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko ikut berkomentar soal simpang siur dugaan keterlibatan kelompok ‘Tim Mawar’ dalam rangkaian kerusuhan yang terjadi pada 21-22 Mei lalu. Menurutnya Tim Mawar sudah tidak ada, mereka adalah bagian dari Tim Mawar yang dulu pernah dibentuk pada saat reformasi.

 

Baca juga: Tim Mawar vs Majalah Tempo, Antara Fakta Lapangan dan Etika Jurnalistik

 

“Sebenarnya jangan bicara ‘Tim Mawar’ lagi, karena ‘Tim Mawar’ (itu) dulu. Mereka-mereka bagian-bagian dari ‘Tim Mawar’ yang dulu. Hanya dikatakan ‘oh Tim Mawar’. Tapi sesungguhnya dalam kerusuhan sekarang ini tidak ada ‘Tim Mawar’,” kata Moeldoko di kantornya, di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Tim Mawar dahulu merupakan sebuah tim kecil di dalam Kopassus, yang bertugas saat kerusuhan 1998. Saat ini tim ini sudah tidak ada. Ia juga mengaku tidak tahu apakah mantan anggota Tim Mawar terlibat dalam kerusuhan 22 Mei. Moeldoko memilih untuk menyerahkan hal ini pada penyelidikan kepolisian.

“Kalau perorangannya kita enggak tahu, nanti polisi yang lebih tahu dari hasil penyidikan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Moeldoko meminta agar istilah ‘Tim Mawar’ tak lagi digunakan dalam kerusuhan 21-22 Mei lalu. Ia khawatir istilah tersebut justru akan membuat situasi semakin rancu. Karena ada konotasi Tim Mawar adalah bagian dari TNI. Sementara tidak ada keterlibatan TNI dalam kerusuhan itu.

“Jangan lagi menyebut Tim Mawar, nanti merancukan situasi,” kata Moeldoko.

Dalam laporan Majalah Tempo edisi 10 Juni 2019 berjudul “Tim Mawar dan Rusuh Sarinah”, salah seorang mantan anggota Tim Mawar diduga terkait dengan aksi kerusuhan tersebut. Dia juga disebutkan berada di sekitar Gedung Bawaslu saat kerusuhan.

Nama Tim Mawar dikenal sebagai sebuah tim dalam Kesatuan Kopassus Grup IV TNI AD. Tim ini disebut melakukan penculikan aktivis dalam tragedi 1998.

Mantan Komandan Tim Mawar Mayjen TNI (Purn) Chairawan Kadarsyah menegaskan dirinya tak terlibat dalam peristiwa kerusuhan 21-22 Mei 2019. Maka dari itu, ia keberatan akan laporan Majalah Tempo terkait kerusuhan tersebut.

Ia sudah melaporkan Majalah Tempo ke Dewan Pers dan berencana melaporkan ke Bareskrim Polri. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.