Minggu, 14 Agustus 22

Menperin: Industri Logam Maju, Dorong Industri Lainnya

Menperin: Industri Logam Maju, Dorong Industri Lainnya

Jakarta, Obsessionnews.com- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong industri logam tumbuh pesat. Sehingga bisa mendorong industri industri lainnya, seperti permesinan, peralatan pabrik, otomotif, maritim dan elektronika.

“Potensi bahan baku logam di dalam negeri yang melimpah dan belum dimanfaatkan secara optimal merupakan peluang yang baik untuk meningkatkan daya saing,” kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto saat membuka Pameran Produk Logam di Plasa Pemeran Industri, Jakarta, Rabu (24/8).

baca juga:

KKP Dorong Industri Rumput Laut di Natuna

Wapres: Industri Otomotif Multiplayer

12 PMA Siap Masuk Kawasan Industri Kendal

Dorong Sektor Industri, Aljazair-Indonesia Jalin Kerjasama

Airlangga mengatakan, industri logam memiliki peranan besar dalam pembangunan dan perkembangan perekonomian nasional. Produk logam dasar merupakan bahan baku utama bagi kegiatan sektor industri lainnya, diantaranya industri permesinan dan peralatan pabrik, otomotif, maritim dan elektronika.

“Salah satu yang perlu dikembangkan saat ini adalah logam rare earth atau tanah jarang. Logam tanah jarang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan magnet energi,” kata Airlangga.

Disamping itu, Airlangga menambahkan, produk logam merupakan komponen utama dalam pembangunan sektor ekonomi lainnya, yaitu sektor konstruksi secara luas yang meliputi bangunan dan properti, jalan dan jembatan, ketenagalistrikan, dan lain-lain.

“Perlu adanya keberpihakan Pemerintah terhadap perlindungan produk industri dasar tersebut untuk menekan penggunaan jumlah produk impor dan mendorong tumbuhnya industri logam dalam negeri,” ujar Airlangga.

Data statistik menunjukan bahwa pertumbuhan industri logam pada tahun 2015 mencapai 6,48%, lebih baik dari tahun 2014 yang hanya tumbuh 6,05%. Pertumbuhan yang baik ini, disebabkan oleh tingkat pertumbuhan sektor konstruksi yang rata-rata tumbuh mencapai 6,81% serta nilai investasi yang mencapai Rp 33,8 Triliun dalam periode 2 (dua) tahun terakhir. @reza_indrayana

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.