Minggu, 8 Desember 19

Menperin Dorong Industri Batik Ramah terhadap Lingkungan

Menperin Dorong Industri Batik Ramah terhadap Lingkungan
* Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menghadiri puncak peringatan Hari Batik Nasional di Istana Mangkunegaran Solo, Jawa Tengah, Rabu (2/10/2019). (Foto: Kemenperin)

Solo, Obsessionnews.com Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mendorong agar industri batik menjadi sektor yang ramah terhadap lingkungan. Sebab industri batik yang merupakan subsektor dari industri tekstil dan pakaian, menjadi andalan dalam menopang perekonomian dan mendapat prioritas pengembangan agar lebih berdaya saing.

“Industri batik mulai diperkenalkan dengan bahan baku baru alternatif, seperti dari serat rayon atau biji kapas. Dengan material baru ini diharapkan dapat menghasilkan produk yang lebih menarik dan kompetitif,” ujar Menperin di sela-sela mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada puncak peringatan Hari Batik Nasional di Istana Mangkunegaran Solo, Jawa Tengah, Rabu (2/10/2019).

 

Baca juga:

Batik Indonesia Miliki Keunggulan Komparatif di Pasar Internasional

Ekspor Batik Semester I-2019 Capai USD17,99 Juta

Pertamina EP Asset 4 Cepu Field Dukung Pengembangan Batik Ramah Lingkungan

Jokowi Ajak Generasi Muda Kenalkan Batik ke Kancah Dunia

Cerita Pemilik Sila Butik Batik yang Koleksi Busana Pesohor hingga Masuk Pasar Ekspor

 

Dikutip obsessionnews.com dari siaran pers, Rabu, dalam kesempatan tersebut Airlangga menyebutkan penggunaan zat warna alam pada produk batik juga merupakan solusi dalam mengurangi dampak pencemaran. Dan bahkan menjadikan batik sebagai eco-product yang bernilai ekonomi tinggi.

Pengembangan zat warna alam itu dinilai turut mengurangi importasi zat warna sintetik. Di tengah persaingan global yang semakin kompetitif dan dinamis, preferensi konsumen terhadap produk ramah lingkungan terus meningkat. Batik warna alam hadir menjawab tantangan tersebut dan diyakini dapat meningkatkan peluang pasar.

“Kami mengimbau kepada seluruh perajin dan pelaku industri batik untuk terus mengeksplorasi potensi zat warna alam yang kita miliki, sehingga dapat memperkaya ragam batik warna alam Indonesia, termasuk motifnya. Selain itu juga adanya kolaborasi desain, yang seperti memadukan dengan tenun,” tandasnya. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.