Senin, 21 September 20

Mengenang Sam Ratulangi Menujum Masa Depan Asia-Pasifik

Mengenang Sam Ratulangi Menujum Masa Depan Asia-Pasifik
* Sam Ratulangi. (Foto: Wikipedia)

Oleh: Hendrajit, Direktur Eksekutif Global Future Institute

Buku karya Dr Sam Ratulangi yang diterbitkan pada Juni 1937, dialihbahasakan oleh Prof. Poeradisastra dan diterbitkan kembali dengan judul Indonesia di Pasifik, Analisa Masalah-Masalah Pokok Asia Pasifik (1982), menarik untuk dikupas kembali. Mari kita kutip paragraf pembuka berikut:

“Pada saat ini diketahui oleh hampir setiap orang, bahwa di Pasifik telah terbentuk sebuah kawasan politik tersendiri. Kawasan itu mengesampingkan, malah melebihi arti dunia lama Samudra Atlantik.”

Menurut Ratulangi, semua itu didahului oleh suatu proses pertumbuhan kekuasaan yang kuat pengaruhnya, yakni perubahan nisbah modal internasional akibat Perang Dunia (PD) I. Perubahan inilah yang telah menggeser kawasan Pasifik pada rencana pertama. Sebelum PD I, Samudra Atlantik dianggap lautan dunia yang dipersengketakan bagi hegemoni ketatanegaraan dan ekonomi.

PD I telah mengakibatkan perpindahan modal secara hebat. Amerika dan Jepang bukan lagi negara yang untuk keperluan uang di bidang pemerintahan maupun swasta harus mendatangi pasar uang Eropa.

Selama dan karena PD I, keduanya telah menjadi negara kreditur berkat perkembangan industrinya. Inilah (sekarang) Kawasan Pasifik.

Landasan kawasan ini adalah New York dan Tokyo yang dihubungkan ke Nanking dan Kanton, dan meliputi seluruh Lautan Teduh yang sama sekali tak teduh-tenang lagi. Tetapi lautan ini senantiasa membuncah gemuruh karena datang dan perginya kapal-kapal niaga semua bangsa (negara) maritim, dan latihan perang armada Angkatan Laut Amerika, Inggris, Jepang, dan Perancis yang simpang-siur mengitari sudut barat-daya Pasifik.

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.